Bandung Jawa Barat -86News co.– Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mengambil langkah konkret untuk menanggapi data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mencatat sebanyak 106.196 anak di Jawa Barat tidak bersekolah. Angka ini menempatkan Jawa Barat pada posisi tertinggi secara nasional, sehingga menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.Bandung Jawa Barat Senin 27/04/2026
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, menegaskan komitmennya untuk segera menyelesaikan persoalan ini. Pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan melakukan pembenahan menyeluruh demi memastikan hak pendidikan anak-anak terpenuhi.
“Kami tidak akan membiarkan anak-anak putus sekolah atau tidak mengenyam pendidikan sama sekali. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Pendataan hingga Tingkat Desa
Salah satu strategi utama yang akan diterapkan adalah pendataan yang sangat rinci hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Melalui pendataan ini, pemerintah ingin memetakan secara pasti siapa saja anak yang tidak sekolah dan apa faktor penyebabnya, baik itu dari segi ekonomi, sosial, maupun budaya.
“Kita harus tahu siapa mereka dan di mana mereka berada. Dengan data yang akurat, solusi yang diberikan akan tepat sasaran,” tegasnya.
Biaya Bukan lagi alesan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga menekankan bahwa faktor ekonomi atau biaya seharusnya tidak lagi menjadi hambatan. Pemerintah telah menjamin akses pendidikan gratis bagi masyarakat kurang mampu, tidak hanya di sekolah negeri tetapi juga di sekolah swasta yang bekerjasama.
“Jangan ada lagi alasan tidak mampu bayar. Pemerintah sudah menjamin. Kami pastikan anak-anak dari keluarga tidak mampu tetap bisa bersekolah dengan layak,” tambahnya.
Selain fasilitas dan biaya, peran orang tua juga menjadi fokus utama. Pemerintah akan terus mendorong dan mengedukasi keluarga agar memiliki kesadaran tinggi untuk menyekolahkan anak-anaknya.
Setelah data terkumpul lengkap, tim gabungan yang terdiri dari perangkat daerah, Dinas Pendidikan, hingga aparat desa akan turun langsung ke lapangan. Mereka akan melakukan pendekatan personal untuk memastikan anak-anak tersebut dapat kembali atau mulai mengenyam pendidikan.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat optimis dapat menurunkan angka anak tidak sekolah secara signifikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jawa Barat.
Penulis : Wawan
















