Nias Utara, 86News.co – Jeritan warga Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara kembali terdengar setelah PDAM Tirtanadi Unit Lahewa mengalami pencemaran air untuk kedua kalinya. Air yang disalurkan berbau tidak sedap dan sudah dua pekan terakhir tidak mengalir ke rumah pelanggan.
Akibatnya, warga kesulitan mendapatkan air bersih dan harus membeli air untuk kebutuhan keluarga. Keluhan ini ditujukan kepada Pemerintah Daerah dan DPRD Nias Utara agar menyuarakan aspirasi masyarakat kepada PDAM Tirtanadi Wilayah Sumatera Utara.
Aksi Damai GEMA-NISUT
Menindaklanjuti kondisi tersebut, warga yang tergabung dalam Aliansi GEMA-NISUT (Gerakan Masyarakat Nias Utara) menggelar aksi damai, Senin (27/04/2026). Aksi diawali di Kantor PDAM Tirtanadi Unit Lahewa dan diterima Kepala Cabang Tirtanadi Nias Selatan A. Gea bersama Kepala Unit PDAM Tirtanadi Lahewa, didampingi personel Polres Nias dan Polsek Lahewa.
Pimpinan aksi, Febeanus Zalukhu, dalam orasinya mempertanyakan sumber pencemaran yang sudah terjadi dua kali hingga distribusi air terhenti. “Pelanggan merasa dirugikan, baik pemanfaatan air maupun materi karena harus membeli air,” tegas Febeanus.
Ia menekankan tanggung jawab PDAM saat air tercemar, antara lain: penghentian distribusi sementara, pengolahan darurat, penyediaan tangki air bersih, ganti rugi konsumen sesuai UU Perlindungan Konsumen, uji laboratorium intensif, serta sosialisasi aktif kepada pelanggan. “Mana hasil laboratorium itu? Apa hasilnya?” tanya warga.
Beberapa warga menyebut pencemaran ini bukan pertama kali, namun audiensi dengan PDAM dan pemerintah kecamatan selama ini tidak pernah menghasilkan penyelesaian atau pencarian sumber pencemaran.
Penjelasan PDAM Tirtanadi
Kacab PDAM Tirtanadi Nias Selatan, A. Gea, mengaku sudah mendapat informasi pencemaran sejak Maret 2026 dan kembali terjadi April ini. “Kami sudah ambil sampel air ke laboratorium dan hasilnya kami serahkan ke Pemda. Sampai saat ini kami tidak dapat menyampaikan dari mana sumber pencemaran itu,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya tetap menjalankan SOP dan saat ini melakukan pembersihan kolam/tampungan. Distribusi air akan kembali disalurkan setelah hasil laboratorium menyatakan aman.
Kecewa Pemkab dan DPRD Tak Hadir
Usai dari kantor PDAM, massa bergerak ke Kantor Camat Lahewa dan disambut camat serta lurah. Namun warga kecewa karena tidak ada perwakilan Pemkab maupun DPRD Nias Utara yang hadir.
“Satu pun tidak ada terlihat anggota DPRD Dapil 4 Lahewa-Afulu. Percuma kita banggakan dua orang DPRD sebagai wakil ketua DPRD Nias dari dapil 4 ini. Sebagai perwakilan rakyat sebaiknya mereka hadir dengan keadaan seperti ini, bukan hanya saat butuh rakyat,” ucap salah seorang warga.
Aksi bubar dengan tertib. Warga berharap ada kepastian hukum, transparansi hasil laboratorium, dan jaminan pasokan air bersih dari PDAM Tirtanadi serta perhatian serius dari Pemkab dan DPRD Nias Utara. (Fzal)











