Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026 Tingkat Kecamatan Pameungpeuk

Berita, Uncategorized174 Dilihat
banner 468x60

Garut, 86News.co – Pemerintah Kecamatan Pameungpeuk bersama Forum Relawan Penanggulangan Bencana Garut Selatan menyelenggarakan kegiatan Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Kamis, 30 April 2026, pukul 08.00 WIB, bertempat di Alun-alun Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut.

Kegiatan ini mengusung tema “Siap Untuk Selamat” dengan subtema “Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana”, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran, kewaspadaan, serta kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, relawan PB garut selatan.

banner 336x280

Kegiatan dihadiri oleh sekitar ±300 peserta dari berbagai unsur, antara lain perwakilan Pemerintah Kabupaten Garut, unsur Forkopimcam Pameungpeuk, TNI/Polri, instansi vertikal, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, media, serta relawan kebencanaan.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana, Syamsul Ma’ripat, menyampaikan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) merupakan kegiatan nasional tahunan yang diinisiasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta kewaspadaan seluruh lapisan masyarakat dalam mewujudkan Indonesia Tangguh Bencana.

Peringatan HKB telah dilaksanakan sejak tahun 2017 dan menjadi momentum dalam membangun budaya sadar bencana, di mana masyarakat secara mandiri dan rutin melakukan upaya evakuasi.

Pada tahun 2026 ini, HKB mengusung tema “Siap Untuk Selamat” dengan subtema “Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana”.

Pelaksanaan HKB Tingkat Kecamatan Pameungpeuk kali ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan secara besar. Kegiatan pertama dilaksanakan pada tahun 2021 dengan dihadiri sekitar 300 peserta, yang diselenggarakan oleh Forum Relawan Penanggulangan Bencana Garut Selatan, melibatkan unsur pentahelix, yaitu Pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, serta relawan.

Pada tahun-tahun berikutnya, kami secara mandiri dan konsisten melaksanakan berbagai kegiatan pengurangan risiko bencana, di antaranya Gelar Relawan PB Garut Selatan tahun 2025 yang dihadiri 700 relawan, Jambore Relawan Pelajar Bela Alam tahun 2024 yang diikuti 500 pelajar SMA/SMK/MA se-Garut Selatan, aksi bersih sungai dan pantai yang dilaksanakan 1–3 kali setiap tahun, pelatihan peningkatan kapasitas relawan, serta forum group discussion.

Secara geografis, Kabupaten Garut merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi dan bersifat multihazard. Berbagai jenis bencana telah beberapa kali terjadi di wilayah ini. Sementara itu, Garut Selatan memiliki jarak yang cukup jauh dari pusat kota, sehingga apabila terjadi bencana, akses dan waktu tempuh menjadi kendala dalam penanganan maupun penyaluran bantuan.

Melalui momentum HKB ini, diharapkan dapat menjadi tolok ukur tingkat kesadaran masyarakat terhadap kebencanaan. Jika beberapa tahun ke belakang pemahaman masyarakat masih terbatas, maka saat ini kita dapat melihat bahwa kesadaran tersebut mulai tumbuh dan berkembang.

Dengan adanya peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana ini, diharapkan mampu meningkatkan budaya sadar bencana, sehingga masyarakat Garut Selatan dapat secara mandiri melakukan mitigasi dan pengurangan risiko bencana di wilayahnya masing-masing. Kemandirian ini tentu akan sangat membantu peran pemerintah dalam upaya penanggulangan bencana.

Pada kegiatan HKB Tahun 2026 Tingkat Kecamatan Pameungpeuk ini, kami mengundang lebih dari 70 lembaga, instansi, dan organisasi.

Atas nama panitia, kami menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak/Ibu atas kehadirannya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Camat Pameungpeuk atas pembinaan yang telah diberikan selama ini.

Selain itu, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik moril maupun materil, sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan lancar.

“Kami juga memohon maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan ini masih terdapat kekurangan. Kritik dan saran yang membangun akan kami terima dengan lapang dada sebagai bahan perbaikan ke depan,”ujarnya

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, H. Bambang Hapidz, M.Si., yang hadir mewakili Bupati Garut, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Beliau menegaskan bahwa kesiapsiagaan merupakan aspek penting mengingat bencana dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa dapat diprediksi. Rangkaian kegiatan seperti apel, geladi posko, dan simulasi dinilai telah menunjukkan kesiapan yang semakin baik dan terencana.

Sementara itu, Camat Pameungpeuk, Drs. Muhyidin, M.Si., menyampaikan bahwa wilayah Kecamatan Pameungpeuk memiliki potensi bencana yang cukup kompleks, antara lain tsunami, banjir rob, longsor, dan banjir bandang.

Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas sumber daya manusia, ketersediaan sarana dan prasarana kebencanaan, serta peningkatan koordinasi lintas sektor dalam kerangka pentahelix.

Kapolsek Pameungpeuk, Iptu Bambang, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kesiapan para relawan dan masyarakat dalam mengenali titik-titik rawan bencana merupakan langkah penting dalam upaya mitigasi. Pelatihan dan simulasi yang dilaksanakan secara berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kecamatan Pameungpeuk berharap terbangunnya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, relawan, dan masyarakat dalam mewujudkan wilayah yang tangguh terhadap bencana, khususnya di kawasan Garut Selatan. Tutupnya.”

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.

MUKRIN

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *