Rp 4,7 Miliar Mengalir ke Proyek, Air Bersih Belum Mengalir ke Warga Kota Bahagia

Berita, Uncategorized174 Dilihat
banner 468x60

Aceh Selatan, 86News.co – Proyek pengembangan jaringan distribusi dan sambungan rumah (SR) air bersih senilai sekitar Rp4,7 miliar di Kecamatan Kota Bahagia, Kabupaten Aceh Selatan, menuai sorotan publik.

Meski ratusan sambungan rumah telah terpasang di tiga gampong, yakni Ujung Tanoh, Rambong, dan Bukit Gadeng, hingga kini air bersih belum juga mengalir ke rumah warga.

banner 336x280

Pantauan di lapangan menunjukkan jaringan pipa dan meteran air sudah terpasang di sejumlah titik. Namun, beberapa bagian pekerjaan tampak mengalami kerusakan fisik, seperti dudukan beton meter air yang retak dan pecah, serta sebagian pipa distribusi yang belum tertanam sesuai standar teknis.

Seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan mengaku kecewa lantaran proyek tersebut belum memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami butuh air bersihnya, bukan sekadar meteran dan pipa. Kalau air belum mengalir, masyarakat belum merasakan manfaat proyek ini,” ujarnya.

Secara teknis, proyek infrastruktur yang telah dibangun namun belum dapat difungsikan berpotensi menimbulkan pertanyaan publik terkait efektivitas perencanaan dan kualitas pelaksanaan.

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi mengatur kewajiban penyedia jasa untuk menjamin mutu, ketahanan, serta kelaikan fungsi hasil pekerjaan.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Aceh Selatan, Dharma Sabri, membenarkan jaringan air bersih tersebut belum dapat dioperasikan.

Menurutnya, kendala utama berada pada instalasi pengolahan air yang dibangun sebelumnya dan hingga kini belum optimal akibat persoalan pasokan listrik.

“Jaringannya memang sudah hampir selesai, tetapi sumber airnya belum siap beroperasi maksimal karena ada kendala listrik pada instalasi pengolahan,” kata Dharma.

Proyek tersebut diketahui menargetkan sekitar 700 sambungan rumah. Pekerjaan dimulai sejak 5 Agustus 2025 dengan target penyelesaian 17 Maret 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, progres fisik proyek diklaim telah mencapai 97 persen hingga akhir 2025, sementara pembayaran disebut telah terealisasi sekitar 65 persen.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat terkait sinkronisasi perencanaan antara pembangunan jaringan distribusi dengan kesiapan sumber air.

Wakil Ketua DPRK Aceh Selatan, Ali Basyah atau yang akrab disapa Irhafa Manaf, meminta pihak terkait segera melakukan pembenahan agar proyek tersebut benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

“Yang masih kurang agar segera diperbaiki, sehingga masyarakat bisa merasakan pelayanan air bersih sebagaimana tujuan pembangunan,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Ia menilai pelayanan dasar seperti air bersih harus menjadi prioritas dan tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata.

Sementara itu, masyarakat juga berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut, baik dari aspek teknis maupun administrasi, guna memastikan pekerjaan telah sesuai spesifikasi kontrak dan dapat difungsikan sebagaimana mestinya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak CV Emasindo selaku pelaksana proyek belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.

Proyek air bersih ini kini menjadi perhatian publik, mengingat kebutuhan akses air bersih merupakan layanan dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat. Jika tidak segera difungsikan, proyek bernilai miliaran rupiah tersebut dikhawatirkan hanya menjadi infrastruktur tanpa manfaat nyata. (Id)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *