Purworejo, 86News.co – Tak mau program gizi mencemari lingkungan, SPPG Sucen Jurutengah di Kecamatan Bayan jadi yang pertama di Purworejo pasang IPAL Bio Deft MBG 3.000 liter.
Mesin seharga Rp45-50 juta untuk mengolah limbah dari dapur yang tiap hari masak 3.100 porsi. Dipasang sejak Minggu (3/5/2026), IPAL ini naik kelas dari sistem lama.
“Dulu cuma pakai bak kontrol, kurang optimal. Sekarang limbah diolah lebih baik dan aman,” tegas Kepala SPPG Sucen Jurutengah, Muhammad Hanif Hidayat saat ditemui pada Rabu (6/5/2026).
“Alasannya pilih Bio Deft MBG irit biaya dan purna jualnya oke, selain itu cara kerjanya nggak main-main,” imbuhnya.
Teknisi CV Mahakarya Dua Putra, Aris Munandar, membeberkan tiga tahap kunci yakni grease trap pisahkan minyak, bak ekualisasi penuh bakteri pengurai, lalu bak akhir pastikan air yang keluar sudah bersih.
“Sistemnya otomatis, termasuk kasih bakterinya. Medianya standar KLH. Kuncinya di perawatan, bersihkan minyak 3 hari sekali, kuras endapan sebulan sekali,” ungkapnya.
SPPG yang jalan sejak 20 Oktober 2025 ini tiap hari melayani 2.788 siswa-guru plus 325 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Sayangnya, anak jalanan belum ter-cover karena belum ada shelter.
“Sudah koordinasi dengan kelurahan, tapi belum memungkinkan. SPPG ini juga serap 47 tenaga kerja, 30%-nya warga lokal,” ujar Hanif.
Langkah ini dipuji oleh Ketua LSM Tamperak Jateng, Sumakmun.
“IPAL sudah terpasang sejak Minggu dan penuhi syarat pemerintah. SPPG Sucen bisa jadi role model SPPG lain di Purworejo,” ujarnya.
Dengan IPAL produksi Banjarnegara ini, SPPG Sucen Jurutengah membuktikan: kejar target gizi boleh, jaga lingkungan harus. (Ananto)

















