Purworejo, 86News.co – Standar kebersihan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Purworejo kembali disorot. Temuan benda asing diduga lintah mati dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) SMP Negeri 2 Purworejo membuat Pemkab merekomendasikan penutupan sementara SPPG Mranti yang dikelola Yayasan Adieri Wadah Kasih.
Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi menegaskan, rekomendasi itu sudah dikirim ke Badan Gizi Nasional (BGN) selaku pemilik kewenangan penuh atas operasional SPPG.
“Kita memang sudah rekomendasikan setelah kejadian penemuan benda mirip lintah tersebut. Namun yang berhak menutup sementara atau permanen tetap dari BGN. Kita sudah komunikasikan,” kata Dion, Jumat (8/5/2026).
Dua SPPG Lain Sudah Lebih Dulu Ditutup
Dion mengungkap, sebelum kasus ini mencuat, Pemkab sudah menutup dua dapur SPPG lain yang terbukti bermasalah usai inspeksi mendadak.
“Kemarin sudah ditutup itu ada dua SPPG. Ini kita lakukan setelah sidak ke lokasi SPPG yang bermasalah,” ujarnya.
Ia menegaskan Pemkab hanya bisa memberi rekomendasi jika ditemukan dugaan pelanggaran.
“Kewenangan penutupan tetap ada di pusat,” tegasnya.
Temuan di Tumis Sawi, SPPG Sidak Tengah Malam
Kasus bermula Senin (27/4/2026) saat seorang siswa SMPN 2 Purworejo menemukan benda kecil mencurigakan di tumis sawi dan wortel. Bentuknya disebut menyerupai lintah mati.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMPN 2 Purworejo, Kofsatun Mardiyah, menyebut pihak sekolah langsung menghentikan distribusi makanan. “Makanan langsung ditarik dan diganti. Hari berikutnya distribusi sudah kembali normal dan tidak ada laporan serupa,” jelasnya.
Menindaklanjuti temuan itu, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Purworejo, Wahyu, langsung menggelar sidak pukul 23.00 WIB ke dapur produksi. Hasilnya, mitra pengelola diminta segera melengkapi fasilitas.
“Kami evaluasi untuk proses produksinya dan untuk mitra juga berkomitmen melengkapi fasilitas, seperti AC, IPAL, dan pallet untuk gudang,” kata Wahyu, Jumat (8/5/2026).
SPPG Janji Perketat SOP, Ancam Sidak Rutin
Wahyu mengakui masih ada dapur MBG yang belum memenuhi standar operasional. Ia menegaskan seluruh mitra SPPG sudah diimbau memperketat kebersihan dan pelayanan.
“Iya kami sudah himbau untuk meningkatkan standar pelayanan. Kami akan sidak SPPG yang tidak sesuai dengan SOP,” tegasnya.
Temuan benda asing ini menambah daftar persoalan dapur SPPG di Purworejo. Padahal program MBG menyasar ribuan siswa dan menyangkut keamanan pangan anak.
Kini bola panas ada di BGN, menutup sementara SPPG Mranti atau tidak. Sementara Pemkab menunggu keputusan pusat sambil terus mengawasi dapur-dapur MBG lainnya. (Ananto)

















