Purworejo Hidupkan 52 Koperasi Merah Putih, Warga: Semoga Harga Pupuk Jadi Lebih Ringan

Berita, Uncategorized298 Dilihat
banner 468x60

PURWOREJO, 86News.co – Pagi itu lapangan di KDKMP Cangkrep Lor ramai sejak pukul 08.00. Layar besar dipasang, soundcheck dilakukan, dan alunan Dolalak khas Purworejo mengalun menyambut tamu. Bukan konser, tapi peluncuran 52 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dilakukan serentak bersama ribuan KDKMP di seluruh Indonesia.

Sabtu, 16 Mei 2026, Presiden Prabowo Subianto menekan tombol peluncuran dari pusat kegiatan nasional di Nganjuk, Jawa Timur. Dari Purworejo, wajah-wajah pengurus koperasi, perangkat desa, hingga anggota TNI-Polri menyaksikan secara virtual. Mereka tahu, yang dimulai hari ini bukan sekadar seremonial. Ini soal akses pupuk, sembako, dan peluang usaha di tingkat desa.

banner 336x280

“Harapannya, koperasi Merah Putih ini benar-benar bisa memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar,” kata Danramil 01/Purworejo Kapten Noor Cholik di sela acara.

Ia menyebut Purworejo termasuk daerah yang getol mendorong percepatan KDKMP. Selain Cangkrep Lor, empat titik lain ikut jadi perwakilan peluncuran: Dukuhrejo, Bayan, Kutoarjo, dan Ngombol. Di lapangan, pembangunan memang belum selesai semua. Tapi targetnya jelas: akhir 2026, 259 titik KDKMP di Purworejo harus sudah beroperasi.

Dari 259 Titik, 106 Sudah Selesai

Sekda Purworejo H. Suranto yang hadir mewakili Bupati menyampaikan, saat ini 106 titik sudah 100% rampung. Sisanya, 153 titik, masih dikebut pengerjaannya.

“Antusiasme masyarakat tinggi. Kami ingin koperasi ini jadi motor penggerak ekonomi desa dan kelurahan,” ujarnya.

Yang membedakan KDKMP dengan koperasi biasa ada pada arahnya. Setiap unit usaha disesuaikan dengan kebutuhan warga setempat. Butuh pupuk? Stok pupuk diperbanyak. Butuh pestisida, alat pertanian, sembako? Semua masuk dalam layanan koperasi. Tujuannya satu: memotong rantai distribusi yang selama ini membuat harga di desa lebih mahal.

“Koperasi ini dibiayai pemerintah dan diangsur enam tahun. Jangan sampai ada penyimpangan. Ini soko guru perekonomian masyarakat,” tegas Suranto.

Lebih dari Sekadar Bangunan

Bagi Kapten Noor Cholik, KDKMP adalah wujud arahan Presiden untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Koperasi diharapkan terhubung langsung dengan program pangan dan pertanian, sehingga petani dan warga kecil tidak lagi tercekik harga.

Di tengah suasana peluncuran yang meriah, harapan itu terdengar sederhana tapi berat: harga pupuk lebih ringan, akses lebih dekat, dan uang berputar di desa sendiri.

Untuk Jawa Tengah, ada 531 titik KDKMP yang diluncurkan serentak. Purworejo menyumbang 52 titik. Angka itu akan terus bertambah sampai seluruh 259 titik di kabupaten ini hidup.

Pemerintah menargetkan setiap KDKMP selesai dalam waktu sekitar 92 hari. Jika sesuai rencana, akhir tahun 2026 Purworejo akan punya jaringan koperasi desa yang beroperasi penuh—dari pegunungan Ngombol sampai pusat kota Kutoarjo.

Dan di balik semua itu, ada harapan warga Cangkrep Lor yang hari itu tepuk tangan paling keras: agar koperasi benar-benar terasa manfaatnya di dapur, di sawah, dan di dompet mereka. (Ananto)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *