BLORA, 86News.co – Guna mengantisipasi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2026, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo menggelar Apel Kesiagaan di Markas Komando Polisi Kehutanan Mobil (Mako PolhutMob) KPH Kebonharjo.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Administratur/KKPH Kebonharjo, Eka Cahyadi, S.Hut., dengan didampingi oleh Wakil Administratur (Waka Adm), KSKPH, Perwira Pembina (Pabin) Polhut, serta Komandan Regu (Danru) PolhutMob.
Jalannya apel juga diikuti oleh seluruh jajaran Asisten Perhutani (Asper), Polisi Kehutanan (Polhut), dan Polhut Teritorial (Polhuter) di wilayah kerja KPH Kebonharjo.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut jajaran SatBinmas Polres Blora beserta para pemangku kepentingan (stakeholder) terkait.
Kehadiran lintas sektor ini menegaskan komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan kelestarian kawasan hutan.
Administratur KPH Kebonharjo, Eka Cahyadi, S.Hut., dalam arahannya menyampaikan bahwa apel siaga ini digelar semata-mata untuk memperkuat sinergitas antara Polhut Perhutani, Polri, dan seluruh elemen masyarakat.
Ia mengajak semua pihak untuk filosofi Jawa cancut taliwondo—yakni saling bahu-mewangi dan bekerja sama secara konkret—dalam menjaga serta melestarikan hutan.
Di akhir sambutannya, Eka Cahyadi memberikan motivasi mendalam kepada seluruh personel dengan menggunakan filosofi sapu lidi.
Ia menekankan pentingnya soliditas dan kepemimpinan yang berintegritas di dalam tubuh organisasi.
“Sebuah sapu lidi akan menjadi kuat karena tali pengikatnya. Dalam artian, pasukan di lapangan akan menjadi sangat kuat jika tonggak komando dan pucuk pimpinannya bersikap tegas, lugas, dan jujur,” tegas Eka Cahyadi.
Ia juga berharap melalui kesiapsiagaan dan soliditas yang terjaga, KPH Kebonharjo dapat mempertahankan predikatnya sebagai pengelola hutan lestari terbaik.
“Tetap semangat, jaga kekompakan, dan selalu prioritaskan kesehatan serta keselamatan dalam menjalankan tugas mulia ini di lapangan,” pungkasnya. (Tugiman)











