KEBONHARJO, 86News.co – Dalam upaya menjaga dan melestarikan kearifan lokal adat Jawa, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo menggelar acara tasyakuran Sedekah Bumi. Senin (01/06/2026)
Kegiatan yang sarat akan nilai budaya ini dilaksanakan di area Kantor KPH Kebonharjo dan diikuti oleh seluruh jajaran perusahaan.
Acara ini dipimpin langsung oleh Administratur/KKPH Kebonharjo, Bpk. Eka Cahyadi, S.Hut., dengan didampingi oleh segenap jajaran manajemen, serta dihadiri oleh seluruh karyawan dan karyawati KPH Kebonharjo.
Dalam sambutannya, Administratur KPH Kebonharjo, Bpk. Eka Cahyadi, S.Hut., menyampaikan pesan mendalam mengenai filosofi di balik tradisi turun-temurun ini.
Menurutnya, Sedekah Bumi bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah bentuk mawas diri bagi setiap manusia yang hidup berdampingan dengan alam.
“Filosofinya jelas: ‘Sedekah’ artinya memberi, dan ‘Bumi’ artinya tempat yang kita pijak. Jika kita jeli melihat peran kita, tradisi Sedekah Bumi ini sangat pas dan relevan jika diterapkan di lingkup kerja Perhutani,” ujar Eka Cahyadi.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa bentuk “sedekah” nyata yang wajib dilakukan oleh insan Perhutani terhadap hamparan hutan yang luas adalah dengan menjaga kelestariannya.
Ketika ada lahan hutan yang gundul, maka kewajiban bersama untuk menyedekahinya kembali melalui aksi nyata, yaitu menanam pohon.
Melalui momentum tasyakuran ini, segenap keluarga besar KPH Kebonharjo juga memanjatkan doa bersama.
Diharapkan, seluruh karyawan dan karyawati beserta keluarga besar Perhutani selalu diberikan keselamatan, berkah, serta diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan tugas pokok di bidangnya masing-masing demi lestarinya hutan negeri. (Tugiman)















