Pinrang, 86News.co – Musyawarah Wilayah (Musywil) XXV Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sulawesi Selatan yang berlangsung pada 9–12 Juli 2026 di Kabupaten Pinrang menjadi penanda berakhirnya masa kepemimpinan Zul Jalali Wal Ikram sebagai Ketua Umum Pimpinan Wilayah IPM Sulawesi Selatan.
Kader yang berasal dari Ranting Datarang, Cabang Pao Tombolo, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa itu resmi demisioner setelah mengabdi selama kurang lebih 13 tahun di Ikatan Pelajar Muhammadiyah.
Dari sebuah kampung di dataran tinggi kaki Gunung Bawakaraeng, Zul memulai perjalanan kaderisasinya sejak usia pelajar. Langkah kecil dari ranting kemudian membawanya menapaki berbagai jenjang kepemimpinan hingga dipercaya memimpin organisasi pelajar Muhammadiyah tingkat provinsi.
Selain aktif di IPM, Zul juga memiliki rekam jejak kepemimpinan yang kuat di dunia kemahasiswaan.
Ia merupakan demisioner Ketua BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) serta pernah menjabat sebagai Presidium Nasional Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Sosial dan Ilmu Politik se-Indonesia Wilayah IX (Pulau Sulawesi).
Pengalaman tersebut memperluas ruang pengabdiannya, tidak hanya di lingkungan Muhammadiyah tetapi juga dalam jejaring gerakan mahasiswa tingkat regional.
Di lingkungan kampus, Zul juga aktif sebagai kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Ia pernah mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Pengembangan Jaringan Perguruan Tinggi Pimpinan Cabang IMM Kota Makassar, sebuah posisi yang berfokus pada penguatan jejaring dan konsolidasi gerakan mahasiswa Muhammadiyah di berbagai perguruan tinggi.
Dari sisi pendidikan, Zul merupakan alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar dan saat ini tengah melanjutkan pendidikan Magister Ilmu Pemerintahan di Universitas Hasanuddin (Unhas).
Kombinasi pengalaman organisasi dan pendidikan tersebut membentuk sosoknya sebagai kader yang dekat dengan isu kepemudaan, kepemimpinan, dan tata kelola pemerintahan.
Dalam masa kepemimpinannya, Zul menekankan pentingnya gerakan pelajar yang membumi, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan literasi serta kepemimpinan generasi muda.
Salah satu capaian penting pada periode kepemimpinannya adalah PW IPM Sulsel menjadi tuan rumah Muktamar XXIV IPM di Makassar, sekaligus berhasil mengantarkan Sekretaris Umum PW IPM Sulsel terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat IPM.
Bagi Zul, IPM bukan sekadar organisasi, melainkan rumah yang membentuk karakter dan cara pandangnya terhadap pengabdian. Ia menegaskan bahwa demisioner dari jabatan bukan berarti berhenti berjuang untuk Muhammadiyah dan masyarakat.
“Saya lahir dari ranting kecil di dataran tinggi Gowa. Tidak pernah terbayang bisa berdiri memimpin IPM Sulawesi Selatan. Semua ini adalah hasil doa orang tua, bimbingan ayahanda dan ibunda Muhammadiyah, serta perjuangan bersama seluruh kader,” ungkap Zul.
Demisionernya Zul Jalali Wal Ikram menjadi bukti bahwa kader dari pelosok pegunungan pun mampu memberi warna dan kontribusi besar bagi gerakan pelajar di Sulawesi Selatan. Dari dataran tinggi Gowa, ia meninggalkan jejak pengabdian yang akan terus hidup dalam perjalanan IPM. (Red)

















