Cilacap, 86News.co – Menyikapi laporan dan aduan dari masyarakat mengenai kondisi tanaman padi yang mengering, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Patimuan bergerak cepat.
Koordinator Pertanian Kecamatan Patimuan, Ibu Nugrahaeni Dwi Lestari, memimpin langsung jajaran penyuluh untuk meninjau kondisi riil di lahan pertanian terdampak pada hari ini.
Dalam peninjauan langsung tersebut, tim BPP Patimuan menemukan sebagian tanaman padi milik petani dalam kondisi mengering.
Setelah dilakukan pengamatan OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) secara saksama, ditemukan adanya gejala serangan hama Wereng Batang Coklat (WBC) serta infeksi jamur.
Menanggapi temuan ini, BPP Patimuan langsung memberikan rekomendasi penanganan darurat di lokasi.
Petani diarahkan untuk melakukan pengendalian hama terpadu (PHT) dengan menerapkan prinsip 5 Tepat Pestisida, yaitu:
Tepat Sasaran: Memastikan jenis hama/penyakit yang disasar sesuai dengan pestisida yang digunakan.
Tepat Jenis: Menggunakan jenis bahan aktif pestisida yang direkomendasikan untuk WBC dan jamur.
Tepat Waktu: Melakukan penyemprotan pada waktu yang paling efektif (pagi atau sore hari saat hama aktif).
Tepat Dosis: Menggunakan konsentrasi dan takaran sesuai petunjuk agar hama tidak menjadi kebal (resisten).
Tepat Cara: Menerapkan teknik penyemprotan yang benar, terutama menyasar bagian pangkal batang padi tempat wereng biasanya berkumpul.
“Pengendalian yang cepat dan tepat sangat krusial di fase ini. Dengan menerapkan prinsip 5 Tepat, kita tidak hanya menyelamatkan pertanaman padi yang ada saat ini, tetapi juga memastikan tanaman tetap dapat berproduksi secara maksimal saat panen nanti,” ujar Ibu Nugrahaeni Dwi Lestari di sela-sela peninjauan lahan.
7 Langkah Strategis Budidaya Padi Sawah
Selain memberikan solusi jangka pendek untuk mengatasi hama, Ibu Nugrahaeni juga mengedukasi para petani mengenai pentingnya perbaikan tata kelola budidaya padi sawah secara keseluruhan.
Menurutnya, untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian secara berkelanjutan, ada tujuh aspek utama yang wajib diperhatikan oleh para petani:
Penggunaan Benih Unggul Bersertifikat: Memastikan daya tumbuh yang tinggi dan ketahanan yang lebih baik terhadap penyakit.
Tanam Benih Muda: Memaksimalkan jumlah anakan produktif per rumpun.
Penggunaan Bahan Organik: Memperbaiki struktur tanah dan menjaga kesuburan lahan jangka panjang.
Pemupukan Berimbang: Pemberian pupuk yang disesuaikan dengan dosis serta waktu rekomendasi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan).
Pengairan Berselang (Intermittent): Mengatur pemberian air secara bergantian antara kondisi basah dan kering untuk merangsang pertumbuhan akar yang lebih kuat dan menghemat air.
Pengendalian Hama Terpadu (PHT): Mengutamakan pencegahan dan pengamatan rutin sebelum populasi hama melewati ambang batas ekonomi.
Panen Efisien: Menggunakan sabit bergerigi atau mesin panen (combine harvester) guna menekan kehilangan hasil (losses) saat pascapanen.
Melalui sinergi antara respons cepat penyuluh lapangan dan kedisiplinan petani dalam menerapkan anjuran teknis ini, BPP Patimuan optimistis tantangan hama dan pengeringan lahan dapat teratasi dengan baik, sehingga target produktivitas padi di wilayah Patimuan tetap terjaga. (Tugiman)












