Kodim 1425/ Jeneponto Satukan Semangat TNI, Mahasiswa, dan Warga, Talud Jembatan Garuda Merah Putih Terus Dikebut

Berita, Uncategorized128 Dilihat
banner 468x60

Jeneponto, 86News.co – Semangat gotong royong terus mengiringi pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di wilayah teritorial Kodim 1425/Jeneponto.

Personel TNI bersama mahasiswa UNHAS dan masyarakat bahu-membahu mempercepat pembangunan dinding sepatu jembatan (pemecah arus) di bagian dasar Jembatan Garuda Merah Putih yang menghubungkan Desa Samataring dan Kelurahan Tolo Timur, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Sabtu, 18/7/2026.

banner 336x280

Pekerjaan difokuskan pada pembangunan dinding sepatu jembatan yang berfungsi sebagai pemecah arus sungai sekaligus pelindung pondasi jembatan dari gerusan air.

Tahapan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat konstruksi agar jembatan memiliki ketahanan yang baik dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Dengan penuh semangat, personel TNI, mahasiswa, dan warga saling berbagi tugas. Sebagian mengaduk adonan beton, sebagian lainnya mengangkut material, sementara yang lain melakukan pengecoran pada dinding sepatu jembatan.

Kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur akan lebih cepat terwujud ketika dikerjakan melalui semangat gotong royong.

Kehadiran Jembatan Garuda Merah Putih tidak hanya akan menghubungkan dua wilayah, tetapi juga membuka akses yang lebih mudah bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari pendidikan, perekonomian, hingga pelayanan sosial. Semangat kebersamaan yang tercermin di lokasi pembangunan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan harapan tersebut.

Salah seorang mahasiswa yang ikut bergotong royong Muh. Fadhil mengatakan bahwa keterlibatannya dalam pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih merupakan pengalaman berharga sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

Menurutnya, pembangunan seperti ini memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk berkontribusi secara langsung dalam kegiatan yang bermanfaat.

Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun di lokasi pembangunan dapat terus dipertahankan. “Kami bangga bisa bekerja bersama TNI dan masyarakat. Ini bukan hanya tentang membangun jembatan, tetapi juga membangun rasa persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Samataring Kamaruddin mengaku antusias ikut bergotong royong karena pembangunan jembatan tersebut telah lama dinantikan masyarakat.

Menurutnya, kehadiran Jembatan Garuda Merah Putih akan memberikan kemudahan akses bagi warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Ia juga mengapresiasi kepedulian TNI yang terus hadir bersama masyarakat sejak awal pembangunan. “Kami merasa senang bisa ikut bekerja bersama TNI dan adik-adik mahasiswa. Semoga pembangunan ini segera selesai sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Disisi lain, Babinsa Desa Samataring Koptu Sulaeman mengatakan bahwa gotong royong merupakan kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih. Kolaborasi antara TNI, mahasiswa, dan masyarakat membuktikan bahwa pembangunan akan berjalan lebih cepat apabila seluruh elemen memiliki kepedulian dan tujuan yang sama.

Menurutnya, kehadiran semua pihak di lokasi pekerjaan bukan hanya mempercepat penyelesaian talud, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

“Kami berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga hingga pembangunan selesai. Jembatan Garuda Merah Putih nantinya bukan hanya menjadi penghubung dua wilayah, tetapi juga menjadi simbol kuatnya persatuan, gotong royong, dan kepedulian terhadap kepentingan masyarakat,” tutup Babinsa.

Ditempat terpisah, Dandim 1425/Jeneponto Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa mengatakan, keterlibatan mahasiswa dan masyarakat dalam pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih tumbuh kuat di tengah kehidupan masyarakat.

Menurutnya, kehadiran generasi muda yang bekerja bersama personel TNI dan warga bukan hanya mempercepat penyelesaian pembangunan, tetapi juga menumbuhkan rasa kepedulian dan tanggung jawab bersama terhadap hasil pembangunan.

Kami sangat mengapresiasi partisipasi adik-adik mahasiswa KKN dari UNHAS Makassar, dan masyarakat yang dengan sukarela turun langsung bekerja bersama personel TNI.

“Kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan bangsa. Ketika TNI, mahasiswa, dan masyarakat bersatu dalam gotong royong, maka pekerjaan seberat apa pun akan terasa lebih ringan, dan manfaat pembangunan akan menjadi milik bersama,” tegas Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa. (Jahja)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *