Video Beredar Ribuan Warga Kuala Simpang Berdesakan Berebut Bantuan Logistik yang Hanya Datang Lewat Satu Helikopter TNI

Berita, Uncategorized950 Dilihat
banner 468x60

Kuala Simpang -86News – Rekaman video yang beredar di media sosial  memperlihatkan situasi memilukan di Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang. Ribuan warga korban banjir yang telah tertekan selama satu minggu berlarian dan berdesakan untuk berebut bantuan logistik yang baru tiba, yang hanya dibawa oleh satu unit helikopter Tentara Nasional Indonesia (TNI).Kuala Simpang Selasa 02/12/2025

Dilansir dari yotub hi Aceh. Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang mulai terjadi sejak Minggu (26 November 2025) akibat intensitas hujan yang tinggi selama beberapa hari berturut-turut. Genangan air yang terpasang mencapai 50 cm hingga 1,5 meter di sebagian besar wilayah Kota Kuala Simpang dan beberapa kecamatan di sekitarnya, seperti Kecamatan Kuala Simpang, Seunuddon, dan Tanah Merah. Ribuan rumah terendam, warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, dan akses darat ke daerah tergenang sempat terputus sepenuhnya.

banner 336x280

Setelah seminggu terkurung dan kekurangan pasokan pangan, air bersih, serta barang kebutuhan pokok, bantuan logistik akhirnya tiba pada hari Selasa siang. Namun, harapan warga yang tinggi harus terkubur ketika hanya satu helikopter TNI yang mendarat di halaman Kantor Bupati Aceh Tamiang – lokasi yang telah ditetapkan sebagai titik distribusi darurat.

Video yang direkam oleh salah satu warga menunjukkan situasi yang kacau ketika pintu helikopter dibuka. Ribuan warga yang telah berkumpul jauh sebelum helikopter mendarat langsung menyerbu ke arah pesawat, berdesakan dan saling menolak untuk mendapatkan bagian dari bantuan yang tersedia. Beberapa orang terlihat terjatuh dan terdesak di tengah kerumunan, sementara petugas yang menolong kesulitan mengontrol situasi.

“Saya sudah menunggu selama tiga hari tanpa air bersih dan makanan cukup. Ketika melihat helikopter datang, saya langsung berlari, tapi ternyata hanya sedikit bantuan. Semua orang berebut, saya khawatir tidak dapat apa-apa untuk keluarga saya,” ujar Siti Aisyah (32), salah satu warga yang terlibat dalam kerumunan, dalam keterangan kepada tim berita.

Pihak Dinas Sosial Kabupaten Aceh Tamiang mengakui bahwa jumlah bantuan yang tiba masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan ribuan korban. Kepala Dinas Sosial Aceh Tamiang, Hj. Siti Nurhaliza, S.Sos., menjelaskan bahwa helikopter yang datang hanya membawa sekitar 500 paket bantuan yang berisi beras, mie instan, air minum kemasan, dan obat-obatan sederhana. “Jumlah ini jelas tidak cukup untuk lebih dari 10.000 warga yang terkena dampak

Red ****

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *