Soroti Proyek Dinas PUPR Lebak, Diduga Oknum Wartawan Ujungnya Lari ke Finansial

Berita, Uncategorized921 Dilihat
banner 468x60

Lebak, 86News.co – Salah satu Oknum wartawan media online tengah menyoroti terkait proyek jalan pekerjaan Dinas PUPR Kabupaten Lebak. Namun sangat di sayangkan oknum wartawan berinisial HDI itu, menganggap kepada Plt Kadis PUPR Lebak kurang kopartif, transparansi terkait pengelolaan Dinas yang dipimpinnya.

Hal itu disampaikan dalam opini pemberitaan di salah satu media online, dengan berbagai tuduhan dan dugaan-dugaan negatif, sehingga hal tersebut di sorot publik, oknum wartawan HDI diduga ada tujuan tertentu selain mendapatkan informasi.

banner 336x280

Menurut Plt Kadis PUPR Lebak, H. Dade Yan Apriandi, saat dimintai tanggapan mengatakan. Ya, saya sudah menghubungi wartawan HDI agar menemui saya di kantor Dinas PUPR Lebak, jika ada yang dipertanyakan soal dugaan proyek jalan.

“Karena saya terbuka dengan siapapun, tidak harus komunikasi melalui telpon saja, agar penjelasan dari saya saat di konfirmasi wartawan tidak ada miskomunikasi, maka dari itu saya tak menjawab pertanyaan terkait apa yang sebelumnya di beritakan,” ujarnya.

Sementara itu, dalam konteks etika jurnalistik dan hubungan dengan narasumber pejabat publik, jika Kepala Dinas (Kadis) menolak wawancara telepon dan meminta wartawan datang ke kantor adalah hal yang wajar dan profesional, asalkan dilakukan untuk tujuan pelayanan publik yang lebih baik, bukan untuk menghalang-halangi pemberitaan. Minggu (1/03/2026).

Sambung, H. Dade Yan Apriandi Oleh karena itu, kalau memang HDI wartawan profesional, dan tidak ada tujuan yang tertentu melainkan untuk kepentingan publik, silahkan datang ke kantor Dinas PUPR Lebak, tidak ada alasan dengan jarak jauh jika ingin temuan yang dia beritakan tersebut objektif mengenai proyek jalan Dinas PUPR Lebak,” tegasnya.

Untuk sementara, saat awak media yang tergabung di Ikatan Wartawan Lebak (Ikwal) menghubungi oknum wartawan HDI, agar bersama menemui Plt Kadis PUPR Lebak, guna meminta tanggapan mengenai dugaan proyek jalan yang ia sebelumnya beritakan di media onlinenya.

Namun, diduga HDI tersebut menolak dengan dalih jarak tempuh dari tempat kediamannya di daerah Tanggerang harus ke Rangkasbitung. “Jauh udah sih di bicarakan aja kira-kira kuat tidak dengan di angka 20 ribu (20 juta), karena saya tidak sendiri.

“Dan klarifikasi berita gampang nanti saya buatkan lagi, karena saya juga hanya diberikan gambar oleh narasumber, kemudian foto tersebut foto terbaru, ya sudah sehingga terlihat terjadi keretakan dalam proses pembangunan itu,”kata HDI. (Ki***)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *