Makassar, 86News.co – Pembangunan nasional adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa dalam rangka mencapai tujuan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.
“Pembangunan dapat berhasil dengan efektif apabila di satu pihak ada fasilitas, ada kemudahan- kemudahan dan sistim pelayanan yang disediakan pemerintah dan dilain pihak ada partisipasi dan peran serta aktif seluruh masyarakat,”Hal ini di ungkapkan Promovenda Syamsuarni dalam Disertasinya tentang Pengaruh etika kerja islami dan budaya organisasi melalui komitmen organisasi terhadap kinerja kader pemberdayaan kesejahteraan keluarga PKK Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah, ketika mengikuti Gelar Uji kompetensi untuk meraih gelar Doktor Ilmu Managemen pada program pasca sarjana PPs Umi makassar, di Kampus PPs umi Rabu 24 Juni 202 yang dipimpin Direktur PPs UMI Makassar Prof Dr.H.La Ode Husen SH.M.Hum.
lebih jauh Syamsuarni yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banggae menjelaskan dalam Undang- Undang no 52 tahun 2005 tentang sistim perencanaan pembangunan nasional, maka pemerintah harus lebih fokus pada undang- undang ini, karena pembangunan ini jembatan menuju masyarakat sejahtera.
Dalam kaitan peran PKK,ungkap Syamsuarni, dengan kebijakan ini PKK dituntut lebih memberdayakan masyarakat, sehingga mempermudah dalam menjalankan pembangunan nasional, karena pembangunan nasional dapat dikatakan berhasil bilamana di satu pihak ada fasilitas, kerjasama, sistim pelayanan yang disiapkan pemerintah dan dipihak lain peran aktif warga masyarakat.
Dalam konteks wilayah Kabupaten Banggae Sulteng jelas Syamsuarni, kader PKK di daerahnya tercatat 4 Ribu 500 Orang yang perannya sangat strategis, karena bertugas untuk memberdayakan masyarakat baik di kota maupun di pedesaan.
Karena itu tambah Syamsuarni, Pemda Banggae hususnya Dinas terkait diharapkan memberikan dukungan terhadap PKK sebagai mitra dalam pembangunan keluarga dan masyarakat. (Jahja)











