Meriah, Kirab Hasil Bumi dan Pagelaran Wayang Kulit Warnai Ritual Ruwat Bumi di Desa Cinyawang

Berita, Uncategorized115 Dilihat
banner 468x60

CILACAP, 86News.co – Dalam rangka memelihara adat istiadat leluhur sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas berkah alam, Pemerintah Desa Cinyawang bersama masyarakat menggelar upacara adat Ruwat Bumi (Sedekah Bumi).

Rangkaian kegiatan yang berlangsung khidmat dan meriah ini dipusatkan di Desa Cinyawang, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap pada hari Selasa (7/7/2026).

banner 336x280

Kemeriahan ritual tahunan ini sudah terasa sejak Selasa siang melalui prosesi Kirab Hasil Bumi (Unduh-Unduh) dan tumpengan.

Ratusan warga dari masing-masing dusun tampak antusias mengarak berbagai macam gunungan yang dihias dengan aneka hasil pertanian, perkebunan, serta palawija lokal.

Setelah diarak keliling desa, warga berkumpul untuk melakukan doa bersama lintas elemen, dilanjutkan dengan prosesi rebutan gunungan serta makan tumpeng bersama sebagai simbol keberkahan dan pemerataan rezeki di Desa Cinyawang.

Kepala Desa Cinyawang, Wasikun Budiarto, menyatakan rasa haru dan bangganya melihat kekompakan serta tingginya partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskan tradisi tahunan ini.

“Kirab hasil bumi siang tadi dan tumpengan ini merupakan esensi nyata dari rasa syukur kita kepada Sang Pencipta. Melalui momentum Ruwat Bumi ini, kebersamaan kita semakin erat. Kehadiran masyarakat yang memadati seluruh rangkaian acara menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan rasa memiliki terhadap kebudayaan sendiri masih sangat kuat,” ujar Kepala Desa Wasikun Budiarto.

Memasuki malam hari, puncak dari rangkaian tradisi mulia ini dimeriahkan dengan Pagelaran Wayang Kulit Gagrag Banyumasan yang bertempat di area pertunjukan utama.

Area luar ruangan tampak dipadati oleh warga dari berbagai usia yang membawa tikar demi menyaksikan jalannya pertunjukan budaya pewayangan tersebut.

Pada pertunjukan wayang tersebut, kepanitiaan menghadirkan dalang kondang kebanggaan lokal, Ki Sikin Hadi Warsono, yang berasal dari Bangkirlega, Desa Cinyawang, Patimuan, Cilacap. Membawa identitas budaya lokal yang melekat erat, Ki Sikin membawakan Lakon “Wahyu Cakraningrat”.

Sebuah lakon filosofis yang penuh dengan nilai-nilai luhur kepemimpinan yang amanah, kebijaksanaan, serta ketulusan hati dalam mengabdi kepada masyarakat.

Suasana pertunjukan semakin semarak ketika memasuki sesi Limbukan dan Goro-goro.

Gelak tawa warga pecah saat mendengarkan banyolan-banyolan segar yang disampaikan dalam pakem Gagrag Banyumasan yang khas, lugas, dan merakyat, terutama melalui karakter punakawan legendaris Bawor.

Tidak hanya dinikmati secara langsung di lokasi, tingginya atensi masyarakat juga terlihat di dunia maya.

Ribuan pasang mata ikut menyaksikan kemeriahan pagelaran ini melalui tayangan langsung (Live Streaming) di saluran YouTube Ki Sikin Hadi Warsono Channel yang bekerja sama dengan Han’s Studio Wungureja, memfasilitasi para warga perantauan yang rindu akan suasana kampung halaman. (Tugiman)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *