Keluarga Besar WAHEGAR Kunjungi Kampung Bojong, Soroti Kondisi Jalan dan Pemberdayaan Perempuan

Berita, Uncategorized1529 Dilihat
banner 468x60

Garut, 86News.co – Keluarga besar WAHEGAR (Wanita Hebat Garut) melakukan kunjungan silaturahmi ke wilayah selatan Kabupaten Garut. Rombongan terlebih dahulu singgah di Desa Bojong,Pada Kamis, 19 Juni 2025, di Kampung Bojong, Kecamatan Bungbulang, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Desa Gunamekar untuk menghadiri resepsi pernikahan salah satu anggotanya.

Ketua WAHEGAR Kabupaten Garut, Ibu Susilawati, S.Pd., M.Pd., biasa di panggil akrab ibu Susie Sabion menyampaikan bahwa rombongan tiba lebih dahulu di Kampung Bojong untuk berkunjung ke rumah Ketua Korwil Bungbulang, Ibu Ayi Kusmiati, yang akrab disapa Ibu Ayuni. Dalam kunjungan tersebut, ibu Susie Sabion turut menyoroti kondisi akses jalan menuju Bojong yang sangat memprihatinkan.

banner 336x280

“Jalannya sangat rusak, ampun medannya. Gimana nih, Bapak Bupati Garut Jalan ke Bojong ini harus dibenahi. Kepada Bapak Deddy Mulyadi selaku Gubernur Jawa Barat juga mohon perhatian, karena akses ini vital bagi lalu lintas masyarakat yang menunjang ekonomi warga , apalagi saat musim hujan, kondisi jalan sangat mengkhawatirkan,” ujarnya.

Sesampainya di rumah Ibu Ayuni, Ketua Bidang Pertanian WAHEGAR Korwil Bungbulang, ibu Susie Sabion mengapresiasi pemanfaatan lahan yang dilakukan oleh tuan rumah. Lahan tersebut ditanami berbagai jenis tanaman seperti petai, cokelat, durian lokal, nangka, sirsak, jambu mede, gemelana putih, kopi, ubi jalar, hingga bawang merah dan lain-lainnya.

“Ini contoh yang harus ditiru. Pemberdayaan perempuan WAHEGAR bisa dimulai dari rumah dengan memanfaatkan lahan yang ada. Kalau tidak punya lahan, bisa juga memakai polybag. Kalau sudah panen, kita tidak perlu lagi belanja ke pasar untuk kebutuhan dapur,” tutur ibu Susie Sabion.

Sementara itu, Ibu Ayuni menyampaikan rasa syukurnya atas kunjungan komunitas WAHEGAR ke kediamannya. Ia mengungkapkan bahwa saat ini dirinya sedang fokus pada pembibitan tanaman dengan beralih ke pupuk organik cair “Mandraguna Grow”.

“Meskipun media bibitnya belum maksimal karena masih tahap penataan, saya tetap semangat beralih ke pupuk organik karena lebih hemat, sehat, dan ramah lingkungan. Saya berharap ada hamba Allah yang bersedia membantu sedikit modal untuk mengembangkan potensi pembibitan ini,” pungkas Ibu Ayuni.

Kegiatan ini menjadi simbol kuatnya ikatan silaturahmi antaranggota WAHEGAR serta semangat pemberdayaan perempuan di pedesaan yang patut di apresiasi.

MUKRIN

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *