Pemdes Kiarajangkung Gelar Musdes Rembuk Stunting Tahun 2025

Pemerintahan941 Dilihat
banner 468x60

Tasikmalaya,86news.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Kiarajangkung gelar Musyawarah Desa (Musdes) Dalam Rangka Fasilitasi Rembuk Stunting Skala Desa Kiarajangkung, yang di laksanakan di gor Desa, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyusun rencana aksi percepatan penurunan angka stunting di tingkat Desa, yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Jum’at (20/6/2025) siang
 
Rembuk Stunting adalah forum musyawarah Desa yang bertujuan untuk menyepakati rencana kegiatan Desa dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Musyawarah Desa (Musdes) dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes).
Hadir dalam Kegiatan tersebut, Camat Sukaheng Ucu Mulyana, S.lP, Sekmat Jajang Sukendar, SH, M.H, Kepala Desa H. Asep Wawan, Kaur Keuangan Desa Rudi M, Bidan Desa dan Para Kader Pos Yandu Kiarajangkung.
Dalam Sambutannya Kepala Desa mengatakan, Rembuk Stunting ini menjadi Program dan kegiatan APBDes Tahun 2025, mudah-mudahan acara ini bisa menambah wawasan dan menambah pengetahuuan untuk kita semua.
Mudah-mudahan setelah acara Rembuk Stunting ini, semua Ibu-ibu dan Kader yang hadir disini bisa menginformasikan ke masyarakat luas, dan Pos Yandu yang slalu kita laksanakan tiap Bulan, Ungkap Kepala Desa Kiarajangkung Asep Wawan.
“Di Desa Kiarajangkung Stunting tidak pernah ganti, setiap Tahun ada aja, ini merupakan PR unruk Kita semua, bagai mana caranya agar stunting ini bisa nol, ini juga membuat pekerjaan kita bertambah, untuk itu kami juga dalam hal ini akan menyusun rencana kegiatan pembangunan Desa Tahun 2026”, Jelasnya
“Saya (Kades) mohon untuk semua kader, kegiatan setiap Bulan agar perkembangan dan pemeriksaan tiap Bulan untuk Bayi dan Balita ada data-data, semoga data itu bisa dipersiapkan secepat mungkin, karena kami punya target Bulan September itu harus sudah selesai, biasanya dimulai dengan penggalian, ditandai dengan adanya musyawarah khusus, setiap kedusunan bermusyawarah perencanaan pembangunan apa saja, di sesuaikan dengan RJPMDes yang sudah kita susun bersama-sama”,
“Data-data Stunting harapa secepatnya dilaporkan, jangan sampai kejadian waktu6 kebelakang Misalnya, kami sudah dil melaksanakan APBDes, ternyata Stuntingnya bertambah, sementara anggaran sudah diketuk palu, tidak bisa dirubah, jadi buat kedepannya harus ada edukasi dari ibu-ibu kader, orang tua yang mempunyai bayi dan balita”
Kades Wawan berharapa, di akhir Juli harus sudah dapat data orang-orang yang stunting, yang sekarang buat program di Tahun 2026, mudah-mudahan data stunting tidak ada kalaupun ada, ada berapa bayi, agar bisa disesuaikan dengan anggarannya, Pungkasnya
Bl86

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *