Garut, 86News.co – Sawala Kebangsaan IX dengan tema “Ngalungsur Pusaka Indung” sukses digelar di Kampung Cianten Blok Tangulun, Desa Ciwangi Kecamatan Limbangan, Garut. Acara ini menjadi ajang silaturahmi budaya dan pelestarian nilai-nilai luhur Kasundaan yang berlangsung meriah dan penuh makna, bertepatan dengan 10 Muharram.
Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari pejabat pemerintah, muspika, akademisi, seniman, budayawan, organisasi kepramukaan, pelajar, hingga mahasiswa.
Wakil Bupati Garut turut hadir dan memberikan paparan mengenai Babad Limbangan, pusaka peninggalan sejarah, serta cerita rakyat yang menyertainya.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga dianugerahi gelar Indung Sarerea, penerima Lungsuran Pusaka Indung berupa simbol PADI (Nyai Pohaci), yang melambangkan kesuburan dan kesejahteraan masyarakat.
Ketua Panitia, Ani Suhartini, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini terselenggara atas dukungan berbagai pihak, termasuk Keraton Sumedang Larang, yang diwakili oleh Radja Anom Rd Lucky dan Rd Asep Sulaiman Fadil sebagai Humas Keraton.
Selain itu, Kapolsek Limbangan Bapak Seno, jajaran TNI, serta Dinas Pariwisata Kabupaten Garut turut hadir dan memberikan dukungan, khususnya dalam aspek pengamanan dan dokumentasi. Garut, 6 Juli 2025
Peresmian Museum Bumi Pusaka Indung
Salah satu momentum penting dalam acara ini adalah peresmian Museum Bumi Pusaka Indung, yang dilakukan oleh pihak Keraton Sumedang Larang. Museum ini dimiliki oleh Rd H. Anden Suhari Sastrawinata dan disaksikan oleh akademisi seperti Prof. Dadang Iskandar dan Dr. Cahya Hedi.
Kemeriahan acara turut dimeriahkan oleh berbagai penampilan seni dan budaya, termasuk dari Malis Syakirin, Fachry Art Limbangan Wangi, Jibrut, Kawih Jung Jang, serta iringan kecapi suling rajah bubuka dari Ki Lili.
Ketua panitia juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan pihak yang berkontribusi, seperti Bank BJB, Wahegar yang memberikan bibit pete dan kadu, Hj. Ida yang menyumbangkan tumpeng, serta para ibu wali murid SMPN 2 Limbangan yang turut hadir. Ibu Ayuni, Koordinator Wilayah Wahegar Bungbulang, juga menyerahkan bibit pete sebagai simbol kecintaan terhadap lingkungan dan bentuk simpati terhadap acara budaya ini.
Apresiasi dari Akademisi dan Dukungan untuk Sinergi Budaya
Dalam sesi refleksi budaya, Dr. Cahya Hedy, S.Sen., M.Hum, Dekan FBM ISBI Bandung, menyampaikan bahwa kegiatan Ngalungsur Pusaka Indung merupakan representasi dari kepedulian terhadap kekayaan lokal, baik dalam bentuk artefak, situs leluhur, maupun nilai-nilai spiritual dan luhur kasundaan. Ia menegaskan pentingnya pendokumentasian, perlindungan legalitas, serta pengembangan situs budaya Limbangan secara berkelanjutan.
Prof.Dr..Dadang Iskandar Selaku Pemateri dalam Kajian Peran pemerintah dalam pelestarian dan penyelamatan Budaya Tradisi Limbangan harus mendapat perhatian penuh, karena cikal bakalnya Garut adalah Peradaban Limbangan.
Lebih lanjut, kegiatan ini dinilai sebagai forum silaturahmi budaya Kasundaan yang mampu menghadirkan tokoh-tokoh seni, komunitas, akademisi, dan pemerintah. ISBI Bandung, melalui Dr. Cahya, menyatakan kesiapan untuk menjalin kerja sama (MOU) dengan Pemerintah Kabupaten Garut dalam bidang riset budaya dan pengabdian masyarakat.
“Sawala Kebangsaan ini harus terus dilanjutkan dengan tema-tema yang relevan dan kontekstual. Garut bisa menjadi laboratorium budaya Sunda,” pungkas Dr. Cahya.
MUKRIN











