CILACAP, 86News.co – Lampu panggung bioskop Lam Leda Kedungsalam malam ini, Sabtu, 23 Agustus 2025, menjadi saksi bisu sebuah momen bersejarah : pemutaran perdana film “Sidamukti The Series: Warso
Suasana khidmat dimulai tepat saat para hadirin berdiri tegak, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sebuah momen yang mengukuhkan rasa cinta tanah air yang mengalir dalam setiap detak kreativitas para pemuda desa
Antusiasme yang luar biasa terlihat jelas bahkan sejak sore hari. Warga Desa Sidamukti tak henti-hentinya berdatangan, membawa serta keluarga dan tetangga
Mereka berbondong-bondong, tak hanya untuk menonton film, tetapi untuk merasakan kebanggaan kolektif
Tak hanya itu, masyarakat dari desa-desa tetangga yang masih berada di Kecamatan Patimuan juga turut meramaikan, menunjukkan dukungan penuh terhadap potensi yang lahir dari lingkungan mereka sendiri
Hal ini membuktikan bahwa karya dari desa punya kekuatan untuk menyatukan dan menginspirasi banyak orang
Acara ini juga semakin istimewa dengan kehadiran berbagai kalangan penting
Jajaran Forkompincam (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan), Babinsa, Babinkamtibmas, dan unsur keamanan lainnya terlihat berbaur dengan masyarakat, menunjukkan sinergi yang harmonis antara aparat dan rakyat
Dukungan juga datang dari dunia akademis, dengan hadirnya mahasiswa KKN dari Unwiku Purwokerto yang turut bangga menyaksikan karya yang lahir dari desa tempat mereka mengabdi
Dalam sambutannya yang penuh haru, Kepala Desa Sidamukti, Sutrisno, menyampaikan apresiasinya yang mendalam.
“Ini adalah bukti nyata bahwa potensi anak desa tidak bisa dipandang sebelah mata Dengan semangat, kemauan, dan kolaborasi, kita bisa menciptakan sesuatu yang luar biasa, bahkan menembus batas,” ungkapnya, disambut tepuk tangan riuh dari para hadirin
Film “Warso” sendiri mengisahkan perjalanan inspiratif seorang pemuda desa yang tak hanya fasih dalam kearifan lokal, tetapi juga mahir di dunia digital
Kisahnya berpusat pada perjuangannya mengikuti kejuaraan video digital dengan mengusung tema “Desa Rupa Kota
Film ini menjadi sebuah manifesto visual yang menunjukkan bagaimana kekayaan budaya desa dapat disajikan dengan cara modern, membuktikan bahwa teknologi dan tradisi bisa berjalan beriringan
Malam ini, “Warso” bukan sekadar film, melainkan sebuah perayaan kreativitas, kolaborasi, dan semangat pemuda desa yang kini menjadi kebanggaan bersama. (Tugiman)
















