Garut, 86News.co – Ratusan mahasi ssswa dari berbagai aliansi menggelar aksi damai di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan. Aksi yang berlangsung tertib ini dihadiri langsung oleh Bupati Garut Syakur Amin, Wakil Bupati Putri Karlina, Ketua DPRD Aris Mundandar bersama 49 anggota DPRD, Kapolres Garut, Dandim 0611/Garut, hingga Kepala Kejaksaan Negeri Garut.
Salah satu tokoh yang mencuri perhatian adalah Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut (DKKG), H. Irwan Hendarsyah, S.E., atau akrab disapa Jiwan. Kepada awak media, Jiwan menegaskan bahwa aksi damai mahasiswa merupakan simbol nyata dari demokrasi sehat di Garut, Senin (2/9/2025).
Ini adalah wajah dari demokrasi yang sehat. Mahasiswa bersatu, rakyat bersatu. Garut adalah kabupaten yang damai, berbudaya, dan menjunjung tinggi nilai luhur dalam menyampaikan aspirasi. Ini sangat membanggakan,” ujar Jiwan dengan penuh semangat.
Aksi mahasiswa kali ini membawa sejumlah tuntutan, mulai dari transparansi anggaran hingga pemerataan pembangunan di wilayah pinggiran Garut. Meski kritis, jalannya aksi tetap terkendali tanpa gesekan antara demonstran dan aparat.
Jiwan juga mengapresiasi kehadiran pejabat daerah yang hadir langsung mendengarkan aspirasi masyarakat. Menurutnya, hal itu menunjukkan komitmen pemerintah terhadap prinsip demokrasi partisipatif.
Ini bukan hanya soal merespons aksi, tetapi menunjukkan bahwa pemerintah hadir, mendengar, dan siap berdialog. Inilah yang membentuk kepercayaan rakyat terhadap pemimpinnya,” tambahnya.
Sebagai Ketua DKKG, Jiwan menekankan pentingnya pendekatan budaya dalam menjaga harmoni sosial. Ia menilai budaya Garut yang sarat musyawarah, sopan santun, dan saling menghormati harus menjadi fondasi dalam setiap ekspresi publik.
Budaya adalah fondasi kita. Aksi mahasiswa hari ini mencerminkan kearifan lokal Garut: tanpa kekerasan, tanpa kerusakan. Semua berjalan damai dengan orasi yang bermutu dan aspirasi konkret,” jelasnya.
Aksi damai berakhir tertib menjelang sore setelah mahasiswa menyerahkan pernyataan sikap kepada perwakilan pemerintah. Orator mahasiswa menutup dengan apresiasi kepada seluruh pihak yang menjaga kondusivitas, sambil menegaskan perjuangan mereka demi kebaikan Garut ke depan.
Kehadiran Jiwan dan para tokoh daerah dalam aksi ini memperlihatkan sinergi antara rakyat dan pemimpin dalam panggung demokrasi yang damai serta berbudaya.
MUKRIN











