Palas, 86News.co – Desa Sidingkat, Kabupaten Padang Lawas Utara Peternak di Desa Sidingkat melalui Kelompok Tani-Ternak Aqikah, Kecamatan Padang Bolak, kini mulai menapaki jalan menuju kemandirian usaha ternak berkat penerapan Village Breeding Center (VBC) dan teknologi pengolahan pakan berbahan baku lokal pada hari, Selasa (23/9/2025).
Dengan melalui kegiatan Hibah Pengabdian Masyarakat Pemula yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Dikti. Program pengabdian masyarakat yang digulirkan pada Mei — September 2025 ini berhasil membekali kelompok tani ternak Aqikah dengan manajemen pemuliaan dan pakan yang tepat, yang berdampak langsung pada peningkatan reproduksi dan produktivitas ternak.
Program yang bermitra langsung dengan kelompok tani ternak Aqikah ini berfokus pada dua pilar utama. Pertama, pembentukan VBC sebagai pusat pembibitan terencana di tingkat desa. Kedua, penerapan teknologi pengolahan pakan ternak dengan memanfaatkan limbah pertanian yang melimpah di sekitar mereka salah satunya pelepah sawit.
“Selama ini, kendala terbesar peternak adalah manajemen budi daya yang tradisional dan ketergantungan pada pakan yang seadanya. Melalui program ini, kami diperkenalkan solusi yang berkelanjutan,” ujar Mukhtar Amin Rambe Ketua Kelompok Tani-Ternak Aqikah
Dalam keterangannya, Selasa, 23 September 2025 beliau menyampaikan Metode yang digunakan tidak hanya sekedar teori. Para petani dan peternak secara aktif mengikuti serangkaian kegiatan, mulai dari penyuluhan dan pelatihan manajemen pemeliharaan, recording (pencatatan) ternak, hingga praktik langsung pembuatan pakan fermentasi dan Pengolahan Limbah kotoran ternak.
Dan pendampingan intensif juga dilakukan untuk memastikan ilmu yang diberikan dapat diterapkan, hasilnya nyata. Kelompok Tani Ternak Aqikah kini telah mampu mengolah limbah pertanian, seperti pelepah sawit, daun ubi jalar dan jerami sebagai silase pakan ruminansia yang kaya nutrisi melalui proses fermentasi.
Tidak hanya pakan, kelompok ini juga telah berhasil mengelola urin dan feses (kotoran) ternak menjadi kompos dan POC (Pupuk Organik Cair) yang memiliki nilai ekonomi.
“Kami sangat terbantu dengan kegiatan ini, dimana POC ini bisa kami jadi sebagai pupuk organik untuk tanaman cabe di kebun.” tutur salah seorang anggota kelompok.
Dan Yang terpenting, kelompok ini telah menunjukkan komitmen untuk melanjutkan program secara mandiri. Mereka terus berusaha kontinu dalam pembuatan pakan fermentasi, pengembangan produk silase, dan pengolahan limbah. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa program tidak berhenti setelah pendampingan usai, tetapi telah menjadi bagian dari sistem usaha mereka.
Keberhasilan program pengabdian di Desa Sidingkat ini menjadi contoh nyata bagaimana pendekatan teknologi tepat guna, disertai dengan pendampingan yang berkelanjutan, dapat membawa transformasi signifikan.
Dan juga peningkatan kesejahteraan peternak melalui kemandirian pakan dan bibit unggul bukan lagi sekadar wacana, tetapi sudah mulai terwujud di desa yang terletak di Kabupaten Padang Lawas Utara ini. (Ashap).

















