BANYUMAS, 86News.co – Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Banyumas Barat Perum Perhutani terus menunjukkan komitmen tinggi dalam menggenjot kinerja produksi getah pinus, yang merupakan komoditas vital bagi pendapatan perusahaan.
Peningkatan produksi ini didorong melalui strategi pemanfaatan momentum cuaca kemarau atau tidak hujan, khususnya di wilayah kerja Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bokol.
Administratur KPH Banyumas Barat, Bapak Eka Cahyadi, S.Hut., secara langsung mengeluarkan instruksi tegas kepada jajaran lapangan untuk memaksimalkan setiap hari tanpa hujan.
Arahan khusus ini ditujukan kepada Asisten Perhutani (Asper) BKPH Bokol guna memastikan seluruh potensi sadapan dapat tertangkap secara optimal.
”Produksi getah pinus sangat sensitif terhadap kelembapan dan curah hujan. Oleh karena itu, momen cuaca cerah seperti saat ini adalah waktu krusial yang harus kita manfaatkan semaksimal mungkin,” tegas Bapak Eka Cahyadi. Minggu (12/10/2025)
Saya perintahkan kepada Asper Bokol dan seluruh petugas lapangan untuk menangkap momen cuaca ini dan memastikan target volume sadapan tercapai, bahkan terlampaui.
Fokus Operasional di Wilayah Bokol
Sebagai tindak lanjut dari instruksi tersebut, Asper BKPH Bokol mengerahkan seluruh tenaga penyadap (Tabandap) di wilayah hutan Bokol untuk meningkatkan intensitas dan efisiensi penyadapan.
Beberapa langkah yang diambil di lapangan meliputi:
Pengawasan Intensif: Peningkatan pengawasan harian terhadap teknik penyadapan agar sesuai standar dan menghasilkan volume getah maksimal.
Pemanfaatan Waktu: Memastikan kegiatan sadapan dimulai lebih awal dan berlangsung optimal selama jam kerja, terutama pada saat cuaca benar-benar mendukung.
Pengamanan Hasil: Mempercepat proses pengumpulan getah dari Tempat Penampungan Getah (TPG) untuk menghindari penurunan kualitas akibat faktor cuaca tak terduga.
Upaya ini merupakan bagian dari langkah strategis KPH Banyumas Barat dalam mendukung daya dukung pencapaian kinerja bidang produksi perusahaan pada periode ini, mengingat KPH Banyumas Barat merupakan salah satu sentra produksi getah pinus terbesar di Jawa Tengah.
”Keberhasilan kita dalam memanfaatkan cuaca ini secara langsung akan menentukan keberhasilan pencapaian target produksi tahunan,” tambah Asper Bokol, yang menjanjikan pengawalan produksi secara serius dan terukur di seluruh petak pinus yang menjadi tanggung jawabnya.
KPH Banyumas Barat berkomitmen untuk mengelola sumber daya hutan secara berkelanjutan, di mana peningkatan produksi getah pinus dilakukan sejalan dengan prinsip kelestarian pohon pinus sebagai aset utama. (Tugiman)

















