Mutu Beton Proyek OPLAH di Desa Bumireja Cilacap Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi Yang Ditentukan

Berita, Uncategorized704 Dilihat
banner 468x60

Cilacap, 86News.co – Proyek Optimasi lahan (Oplah) adalah program pemerintah yang bertujuan untuk mengoptimalkan lahan pertanian yang kurang produktif agar menjadi lebih produktif guna mendukung ketahanan pangan nasional.

Program Oplah dilakukan dengan meningkatkan kapasitas lahan melalui perbaikan fisik, kimia dan tata air, sehingga dapat meningkatkan indeks pertanaman dan hasil panen, seringkali dari satu kali menjadi dua atau tiga kali panen setahun.

banner 336x280

Program Oplah di Desa Bumireja, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah diketahui menggunakan beton untuk membangun infrastruktur saluran irigasi, dengan no dan tanggal surat perintah kerja (SPK) : 33/OPLAH.K/PPK.PSP//SPK/VII/2025 TANGGAL 15 AGUSTUS 2025 yang titik koordinat lokasi berada di 7.54179.108.7254 dengan Luas Lahan 120 Ha dan, anggaran sejumlah Rp. 552.000.000,- (Lima Ratus Lima Puluh Dua Juta Rupiah) yang bersumber dari dana APBN.

Diketahui dari sejumlah sumber, pembangunan infrastruktur saluran irigasi program Oplah di Desa Bumireja sesuai ketentuannya menggunakan mutu beton Fc 15 MPa atau setara dengan mutu beton K 175 yang memiliki kekuatan tekan karakteristik sebesar 15 Megapascal (MPa).

Sesuai pedoman umum Standar Nasional Indonesia (SNI) mutu beton Fc 15 MPa atau K 175, komposisinya terdiri dari semen 326 kg, pasir beton 760, kerikil batu split 1029 kg, dan air 215 liter untuk satu meter kubik.

Berdasarkan konfirmasi wartawan awak media kepada Ketua, Sekertaris dan Bendahara Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan (UPKK) KT. Budi Rahayu, serta Ketua Kelompok Tani Budi Rahayu Desa Bumireja sangat memprihatikan.

Saat di konfirmasi oleh wartawan semua serentak menjawab, bahwa sesuai petunjuk dari Konsultan pembangunan infrastruktur saluran irigasi program Oplah mengunakan mutu beton K 175, tetapi saat di tanya berapa jumlah komposisi campuran semen dalam satu meter kubik mereka menjawab tidak tahu dan selama ini mencampur material hanya sesuai perkiraan saja.

“Sesuai petunjuk dari Konsultan untuk proyek oplah ini mengunakan mutu beton K 175 dan kami tidak tahu berapa kilogram atau berapa karung sak semen dalam satu meter kubik, jelas Driyanto yang mengaku sebagai bendahara KT. UPKK Budi Rahayu dan Zaenal yang mengaku sebagai Ketua Kelompok Tani Budi Rahayu”, Minggu (2/11/2025).

Wartawan sangat prihatin dengan anggaran ratusan juta rupiah, tetapi pengerjaannya diduga terkesan asal-asalan tidak sesuai spesifikasi yang sudah ditentukan.

Sebagai bentuk kontrol dan rasa keprihatinannya, setelah konfirmasi wartawan berbagi pengetahuan kepada struktural UPKK KT. Budi Rahayu dan Ketua KT. Budi Rahayu Desa Bumireja.

Dan memberikan informasi dan ilmu sesuai pengetahuannya, jumlah komposisi semen dalam satu meter kubik dan di hitung bersama – sama menggunakan alat hitung masing-masing dari total beton yang sudah dikerjakan per tanggal 2 November 2025.

Setelah di hitung bersama-sama, ternyata menghasilkan jumlah semen yang tidak terserap atau tidak digunakan untuk campuran beton dengan jumlah yang sangat fantastis hampir 50%.

Disisi lain, wartawan juga tidak meminta upah atau imbalan apapun kepada UPKK dan Kelompok Tani Budi Rahayu Desa Bumireja, Kecamatan Kedungreja.

Selain memberikan ilmu sesuai pengetahuannya secara cuma-cuma dengan harapan kedepan, apabila Kelompok Tani Budi Rahayu menerima anggaran dan pengerjaan serupa sudah paham dan sudah tahu jumlah komposisi matrial dalam satu meter kubik nya.

Dengan ditemukannya hal ini, wartawan berkomunikasi dengan sejumlah pihak yang sepakat, berharap pihak – pihak terkait datang ke lokasi lokasi proyek oplah yang ada di Kecamatan Kedungreja, terutama dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan uji test beton.

Bahkan Wartawan juga sudah berkomunikasi dengan pihak eksternal yang siap mendanai untuk uji test beton, tekan beton kubus, test beton silinder dan test hammer apabila dibutuhkan.

Apabila wartawan oleh Pihak terkait seperti Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah dimintai keterangan hasil konfirmasi di sejumlah titik lokasi proyek oplah yang berada di Kecamatan Kedungreja, sangat berkenan dengan sejumlah dokumen elektronik dan dokumen visual yang didapatnya, demi terbukanya informasi publik.

(Siswanto/Tim)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *