Sorotan Umrah Terlalu Berlebihan, Substansi Trumon Raya Terabaikan

Berita, Uncategorized1425 Dilihat
banner 468x60

ACEH SELATAN, 86News.co — H. Khaidir Amin, SE, atau yang akrab disapa Neek Khaidir, menanggapi menguatnya sorotan publik terhadap keberangkatan Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, untuk menunaikan nazar ibadah umrah. Ia menilai bahwa respons sebagian publik saat ini terkesan berlebihan dan tidak lagi berpijak pada substansi persoalan.

“Beberapa narasi bahkan mengarah pada spekulasi pergantian bupati. Perlu dipahami bahwa mekanisme pergantian kepala daerah bukanlah proses sederhana. Bupati H. Mirwan memperoleh legitimasi politik melalui suara terbanyak dan memiliki kontrak sosial yang kuat dengan masyarakat. Karena itu, wacana pergantian tidak bisa digiring hanya berdasarkan keberangkatan beliau menunaikan ibadah,” ujar Neek Khaidir.

banner 336x280

Sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Aceh sekaligus mantan Wakil Ketua DPRK Aceh Selatan, ia menegaskan bahwa pergeseran fokus publik ini telah menjauhkan perhatian dari isu utama yang jauh lebih urgen, yakni situasi kebencanaan di kawasan Trumon Raya.

Menurutnya, konstruksi narasi yang seolah menggambarkan keberangkatan Bupati Mirwan sebagai sikap abai terhadap warganya tidak hanya keliru, tetapi juga menyesatkan. “Jika kita berbicara tentang nazar umrah, framing yang muncul seolah-olah beliau tidak peduli pada masyarakat yang sedang dilanda musibah. Padahal pemberitaan sudah sangat jelas menunjukkan bahwa beliau turut memberikan bantuan kepada warga terdampak, bahkan sejak awal menjabat gajinya pun dihibahkan untuk masyarakat. Ini bentuk kepedulian, bukan pengabaian,” tegasnya.

Neek Khaidir menambahkan bahwa Trumon Raya hampir setiap tahun menjadi kawasan dengan risiko banjir tinggi. Oleh karena itu, menurutnya, sorotan publik seharusnya difokuskan pada langkah strategis, seperti koordinasi lintas sektor dan dukungan kebijakan dari pemerintah provinsi hingga pusat, bukan pada isu yang bersifat sensasional.

Ia juga mengingatkan bahwa dinamika yang berkembang di ruang publik menunjukkan betapa mudahnya perhatian masyarakat terdistraksi oleh isu politis yang tidak substansial dan berpotensi memecah belah. “Problem nyata kita adalah bagaimana merumuskan strategi mitigasi dan penanganan bencana yang komprehensif, agar masyarakat Trumon Raya tidak terus menjadi korban banjir berulang setiap tahun,” katanya.

Dengan kerangka berpikir tersebut, Neek Khaidir berharap masyarakat dan media dapat menjaga proporsionalitas dalam memberikan kritik dan tetap memusatkan perhatian pada agenda pembangunan dan keselamatan publik. Menurutnya, konsistensi fokus pada isu strategis akan jauh lebih produktif bagi kesejahteraan dan keberlanjutan pembangunan Aceh Selatan. (Id)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *