Kebakaran Gedung Terra Drone Jakarta Pusat Menelan 22 Jiwa, Api Diduga Dipicu Ledakan Baterai

Berita, Uncategorized789 Dilihat
banner 468x60

Jakarta -86News co.-– Insiden kebakaran yang memilukan melanda Gedung Terra Drone yang terletak di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada hari Selasa siang (9/12) sekitar pukul 12.30 WIB. Insiden ini telah menelan korban jiwa sebanyak 22 orang, yang terdiri dari 7 laki-laki dan 15 perempuan, menjadikannya salah satu insiden kebakaran paling parah di Jakarta tahun ini.Jakarts pisan Rabu 09/12/2025

Kapolres Metro Jakarta Pusat Polda jabar, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, dalam keterangan pers yang disampaikan segera setelah insiden, menjelaskan bahwa sementara penyelidikan masih berlangsung, api diduga berasal dari ledakan yang terjadi pada baterai di area gudang lantai 1 gedung tersebut. “Berdasarkan keterangan saksi mata yang merupakan karyawan gedung, ledakan pertama terdengar dari arah gudang lantai 1 yang digunakan untuk menyimpan berbagai peralatan, termasuk baterai yang digunakan untuk drone,” ujar Kombes Susatyo.

banner 336x280

Setelah ledakan, api segera menyebar dengan cepat dan membakar material di sekitarnya. Karyawan yang ada di lantai 1 segera mencoba melakukan upaya pemadaman awal menggunakan alat pemadam kebakaran yang tersedia di gedung. Namun, upaya ini gagal karena api membesar dengan kecepatan yang tidak terduga dan segera menyebar ke lantai-lantai di atasnya.

“Kondisi menjadi semakin kritis ketika asap tebal mulai memenuhi seluruh bagian gedung dalam waktu singkat. Banyak karyawan yang berada di lantai atas tidak sempat keluar karena jalur evakuasi terhalang oleh asap dan api, sehingga mereka terjebak di dalam,” tambah Kombes Susatyo.

Tim pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Jakarta segera tiba di lokasi setelah menerima laporan sekitar pukul 12.45 WIB. Namun, akses ke gedung menjadi sulit karena kerumunan orang dan kendaraan di sekitar lokasi insiden. Setelah berhasil memasuki gedung, petugas menemukan sebagian besar korban dalam kondisi tidak bernyawa.

Dokter yang mengawasi penanganan korban menyatakan bahwa mayoritas korban meninggal dunia akibat asfiksia (sesak napas) akibat terhirup asap tebal, bukan karena luka bakar.

Red*** / Wawan

https://tiktok.com/@wawansangkuriang34

https://tiktok.com/@wawan.gunawan4150

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *