Sumedang -86News co .- Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir telah menghadiri kegiatan budaya dan pemberdayaan masyarakat yang bertajuk “Ngeuyeuk Dayeuh Ngolah Nagri” yang digelar di Desa Cimanggung, Kecamatan Cimanggung kab Sumedang Selasa 16/12/2025
Acara yang diisi dengan berbagai rangkaian aktivitas budaya Sunda dan diskusi pemberdayaan ini menjadi ruang kebersamaan penting antara pemerintah kepala desa sekacamatan Cimanggung dan seluruh warga masyarakat dalam upaya membangun wilayah dengan tetap menjaga dan mempromosikan nilai-nilai kearifan lokal Sunda.
Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan warga, tokoh masyarakat, dan perwakilan pemerintah daerah ini dimaksudkan sebagai wadah untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam merencanakan, melaksanakan, serta memantau program pembangunan desa. Selama acara berlangsung, tampak semangat kebersamaan yang tinggi di antara peserta, yang tercermin dari berbagai aktivitas seperti pameran kerajinan tangan khas Sunda, pertunjukan seni tradisional, serta lokakarya tentang pengelolaan sumber daya alam lokal.
Dalam sambutannya yang penuh semangat, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasi yang tulus kepada Pemerintah Desa Cimanggung dan para tokoh masyarakat yang telah berinisiatif dan menggagas kegiatan “Ngeuyeuk Dayeuh Ngolah Nagri”. Menurutnya, upaya semacam ini sangat berharga karena mampu menggerakkan semangat warga untuk terlibat aktif dalam proses pembangunan desa, bukan hanya sebagai penerima manfaat tetapi juga sebagai pelaku utama.
“Bagi saya, ‘Ngeuyeuk Dayeuh Ngolah Nagri’ bukan sekadar slogan yang indah, melainkan semangat gotong royong yang sesungguhnya dalam menata desa dan mengelola pemerintahan secara bersama-sama,” tegas Bupati. Dia menambahkan bahwa semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Sunda adalah aset berharga yang harus terus dijaga dan dikembangkan untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan yang merata bagi seluruh warga.
Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kearifan lokal dalam setiap tahap pembangunan. Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya mengenai pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengenai pelestarian budaya dan identitas lokal yang menjadi akar dari kehidupan masyarakat. “Kita tidak boleh kehilangan akar kita saat bergerak maju. Kearifan lokal kita adalah pondasi yang membuat kita kuat dan berbeda,” ujarnya.
Perwakilan Pemerintah Desa Cimanggung, dalam kesempatan yang sama, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen pemerintah desa untuk lebih dekat dengan masyarakat dan mendengarkan aspirasi mereka. “Kami berharap acara ini dapat menjadi awal dari berbagai inisiatif lain yang lebih besar dalam membangun Desa Cimanggung dan seluruh kecamatan Cimanggung menjadi daerah yang makmur, damai, dan penuh dengan nilai-nilai budaya yang kental,” kata perwakilan tersebut.
Selama acara, juga diadakan diskusi antara pemerintah dan masyarakat tentang berbagai program pembangunan yang akan dijalankan di masa depan, seperti pengembangan pariwisata budaya, pengelolaan air bersih, dan peningkatan kualitas pendidikan. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dan saran yang kemudian akan dijadikan pertimbangan dalam merencanakan program-program tersebut.
Kegiatan “Ngeuyeuk Dayeuh Ngolah Nagri” ditutup dengan acara makan bersama yang melibatkan seluruh peserta, memperkuat lagi rasa kebersamaan dan persatuan di antara warga. Bupati Sumedang berharap bahwa kegiatan semacam ini dapat diadopsi oleh desa-desa lain di Kabupaten Sumedang sehingga semangat gotong royong dan pembangunan berbasis kearifan lokal dapat menjangkau seluruh wilayah.
Penulis : Wawan
https://tiktok.com/@wawansangkuriang34
https://tiktok.com/@wawan.gunawan4150











