Perkuat Tanggul DAS Citandui, KPH Banyumas Barat dan Polsek Patimuan Gelar Aksi Tanam Pohon Serentak

Berita, Uncategorized568 Dilihat
banner 468x60

CILACAP, 86News.co – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat bersinergi dengan Polsek Patimuan melakukan langkah preventif penanggulangan bencana melalui aksi penanaman pohon serentak.

Aksi ini difokuskan pada penguatan tanggul kritis di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citandui, tepatnya di Blok Cikadim, Desa Rawa Apu, Kecamatan Patimuan, Jumat (24/12).

banner 336x280

Mitigasi di Titik Kritis

Administratur KKPH Banyumas Barat, Eka Cahyadi, S.Hut, menyerahkan langsung bantuan bibit tanaman kehutanan kepada Kapolsek Patimuan, IPTU Budi Santoso, S.H.

Bibit-bibit tersebut dipilih secara khusus untuk memperkuat struktur tanah di kaki tanggul yang kondisinya saat ini sangat memprihatinkan.

“Penanaman di kaki tanggul ini bertujuan untuk mengerem laju erosi tanah. Arus Sungai Citandui sangat deras saat musim penghujan, dan tanpa penguatan vegetasi, tanggul ini sangat rentan jebol,” ujar Eka Cahyadi dalam keterangannya.

Melindungi Ratusan Ribu Jiwa

Kecamatan Patimuan merupakan wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Kondisi tanggul Blok Cikadim yang kritis menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga.

Kapolsek Patimuan, IPTU Budi Santoso, S.H., menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas kepedulian KPH Banyumas Barat.

Menurutnya, langkah ini bukan sekadar penghijauan, melainkan upaya penyelamatan nyawa manusia.

“Kolaborasi ini sangat berarti bagi warga kami. Jika tanggul ini gagal menahan debit air, ada empat desa yang terancam terendam banjir, yaitu Desa Rawa Apu, Desa Patimuan, Desa Cimrutu, dan Desa Sida Mukti. Di sana bermukim ratusan ribu jiwa yang harus kita lindungi bersama,” tegas IPTU Budi Santoso.

Sinergi Lintas Sektoral

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Perhutani KPH Banyumas Barat dalam aspek sosial dan lingkungan.

Eka Cahyadi menekankan bahwa penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui koordinasi lintas sektoral yang harmonis.

“Perhutani selalu hadir dan tanggap terhadap isu kemanusiaan. Kami berharap koordinasi antara Polri, Perhutani, dan unsur masyarakat ini terus terjaga demi menjauhkan wilayah kita dari marabahaya bencana alam,” tutup Eka.

Aksi penanaman serentak ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga menjadi investasi ekologis jangka panjang bagi ketahanan wilayah DAS Citandui terhadap perubahan iklim dan cuaca ekstrem. (Tugiman)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *