Aceh Selatan, 86News.co — Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Aceh Selatan, H. Zainal, turun langsung ke lokasi Krueng Desa Mutiara untuk melakukan pemantauan pasca banjir yang terjadi sehari sebelumnya. Peninjauan ini dilakukan menyusul keluhan serius warga terkait kondisi sungai yang dinilai semakin rawan dan berpotensi kembali meluap jika hujan deras kembali terjadi.
Di lokasi, Kalak BPBD mendapati aliran sungai mengalami pendangkalan, penyempitan badan krueng, serta sedimentasi cukup parah di beberapa titik. Kondisi tersebut diyakini menjadi pemicu utama terjadinya luapan air ke permukiman warga saat intensitas hujan meningkat.
“Ini memang kondisi rawan dan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Kita sudah lihat langsung di lapangan, dan ini harus segera ditindaklanjuti secara teknis,” tegas H. Zainal saat meninjau bantaran sungai. Minggu (4/1/2026).
H. Zainal menegaskan bahwa BPBD Aceh Selatan akan segera mengeksekusi langkah penanganan cepat dan terukur, tanpa menunggu terjadinya banjir kembali.
Menurutnya, Krueng Desa Mutiara memiliki peran vital bagi keselamatan permukiman dan aktivitas ekonomi masyarakat. Tanpa penanganan teknis yang serius, potensi banjir dapat berdampak lebih luas.
Warga menyambut baik langkah cepat Kalak BPBD yang turun langsung ke lapangan. Namun mereka berharap peninjauan tidak berhenti sebatas dokumentasi, melainkan segera diikuti dengan tindakan nyata.
“Kami tidak mau hanya ditinjau. Kami butuh alat turun, sungai dibersihkan, dan alirannya diperbaiki. Jangan tunggu banjir berikutnya baru bergerak,” ujar salah seorang warga setempat.
BPBD Aceh Selatan menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama. Pemantauan lapangan ini akan dijadikan dasar percepatan penanganan darurat dan teknis.
Langkah cepat dan terukur diharapkan mampu menekan risiko banjir, sekaligus memulihkan rasa aman warga Desa Mutiara yang selama ini hidup dalam bayang-bayang luapan krueng. (Id)

















