Optimalkan Potensi HHBK, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VI Banyumas Perkuat Pendampingan Petani Jamur Tiram di Patimuan

Berita, Uncategorized147 Dilihat
banner 468x60

CILACAP, 86News.co – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah melalui Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah VI Banyumas, terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Komitmen ini diwujudkan melalui kunjungan lapangan intensif yang dilakukan oleh tim Penyuluh Kehutanan ke lokasi budidaya jamur tiram milik Bapak Tugiman di Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap.

banner 336x280

Sinergi Penyuluh di Wilayah Kerja Patimuan
Kunjungan ini dilakukan oleh Pak Tri Mujianto dan Bapak Marsono, dua personil Penyuluh Kehutanan dari CDK Wilayah VI Banyumas yang memiliki tanggung jawab wilayah binaan di seputaran Kecamatan Patimuan.

Sebagai ujung tombak kedinasan di tingkat tapak, keduanya bertugas memastikan program pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) berjalan optimal demi mendukung ekonomi hijau di wilayah tersebut.

“Kecamatan Patimuan merupakan bagian penting dari wilayah kerja kami di CDK VI Banyumas. Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan bahwa masyarakat binaan memiliki kemandirian ekonomi melalui komoditas jamur tiram, yang secara teknis sangat selaras dengan upaya konservasi hutan,” ujar Tri Mujianto.

Harapan Penguatan Ekonomi Kelompok Tani Tugiman, selaku petani binaan, menyampaikan aspirasinya mengenai masa depan kelompok tani jamur di Patimuan.

Ia berharap pendampingan dari CDK Wilayah VI Banyumas dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan bagi kelompoknya.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran Pak Tri dan Pak Marsono yang rutin menyambangi kami. Harapan kami kepada dinas terkait, khususnya CDK VI Banyumas, adalah adanya penguatan struktur ekonomi kelompok. Kami ingin petani di Patimuan bersatu dalam wadah yang kuat agar posisi tawar kami di pasar semakin meningkat,” ungkap Tugiman.

Beberapa poin harapan yang disampaikan oleh Bapak Tugiman antara lain:
Akses Teknologi: Dukungan sarana teknologi tepat guna untuk efisiensi produksi media tanam (baglog).

Jejaring Pemasaran: Bantuan untuk menghubungkan kelompok tani dengan jaringan pasar yang lebih luas.

Hilirisasi Produk: Pelatihan pengolahan pasca-panen agar jamur tiram memiliki nilai tambah ekonomi.

Komitmen Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera
Merespons harapan tersebut, Bapak Marsono menekankan bahwa penguatan ekonomi kelompok tani di wilayah Patimuan adalah kunci untuk mengurangi tekanan terhadap kawasan hutan.

“Jika ekonomi kelompok tani jamur ini kuat, maka ketergantungan masyarakat terhadap hasil kayu akan berkurang. Ini adalah misi utama kami di CDK Wilayah VI Banyumas; hutan tetap terjaga, masyarakat pun sejahtera,” jelasnya.

Melalui pendampingan berkelanjutan ini, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VI Banyumas optimis bahwa komoditas jamur tiram di Patimuan dapat menjadi percontohan keberhasilan pengembangan HHBK di Jawa Tengah. (Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *