BANYUMAS, 86News.co – Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat memperkuat kolaborasi dengan dunia akademik melalui program praktik penelitian dan magang bagi mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.
Program ini merupakan bagian dari misi edukasi Perhutani dalam memberikan wawasan praktis mengenai pengelolaan hutan berkelanjutan kepada calon-calon sarjana.
Administratur/KKPH Banyumas Barat, Eka Cahyadi, S.Hut, memberikan atensi penuh terhadap program ini dengan menugaskan Wakil Administratur bersama Kepala Seksi (Kasi) Produksi untuk melakukan pendampingan intensif.
Hal ini dilakukan guna memastikan para mahasiswa mendapatkan data penelitian yang akurat dan pemahaman lapangan yang mendalam.
Implementasi Lapangan di BKPH Lumbir
Kegiatan praktik penelitian difokuskan di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lumbir.
Di bawah bimbingan langsung Asisten Perhutani (Asper) BKPH Lumbir, Sdr. Kuswoyo, beserta jajarannya, mahasiswa diajak terjun ke titik-titik lokasi kerja untuk melihat sinkronisasi antara teori akademik dengan realitas tata kelola hutan di lapangan.
Eka Cahyadi menjelaskan bahwa KPH Banyumas Barat memiliki mandat ganda: selain menjaga kelestarian ekosistem dan memproduksi hasil hutan, juga berfungsi sebagai “laboratorium alam” bagi dunia pendidikan.
“Kami membuka pintu seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk melakukan riset. Kolaborasi antara praktisi kehutanan dan akademisi sangat penting untuk menumbuhkan suasana yang harmonis, terutama dengan perguruan tinggi yang berada di wilayah kerja kami,” ujar Eka.
Kontribusi Nyata untuk Pendidikan
Lebih lanjut, Eka Cahyadi berharap peran serta Perhutani ini dapat menjadi stimulan bagi penyelesaian studi akhir para mahasiswa. Dengan bimbingan dari para rimbawan profesional, diharapkan hasil penelitian tersebut memiliki kualitas yang kredibel dan bermanfaat bagi perkembangan ilmu kehutanan.
“Sumbangsih ini adalah bentuk nyata kepedulian kami agar para mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan lapangan yang mumpuni sebelum lulus. Sinergi ini diharapkan terus berlanjut demi kemajuan sektor kehutanan di masa depan,” pungkasnya. (Tugiman)











