Tuduhan Pedagang Es Kue Jadul Jual Produk Berbahan Spons Terbukti Hoaks, Produk Aman Dikonsumsi dan Pedagang Diberikan Ganti Rugi

Berita, Uncategorized914 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA -86News co – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pedagang es kue jadul yang sudah lanjut usia diinterogasi oleh beberapa oknum yang mengaku sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menjadi perbincangan hangat dan viral di berbagai platform media sosial akhir-akhir ini.Polda metro Jaya Senin 26/01/2026

Dalam video yang beredar tersebut, pedagang bernama Suderajat dituding secara sepihak menjual produk dagangannya yang terdiri dari es kue, agar-agar, dan cokelat meses dengan menggunakan bahan baku yang tidak layak konsumsi, bahkan sampai dituduhkan menggunakan bahan spons atau busa. Bahkan dalam proses interogasi tersebut, pedagang yang telah lama berdagang di kawasan Jakarta Pusat tersebut sempat dipaksa untuk memakan produk dagangannya sendiri sebagai bentuk pembuktian atas tuduhan yang tidak berdasar.

banner 336x280

Menanggapi keresahan yang muncul dari masyarakat luas terkait dengan peristiwa yang terlihat dalam video viral tersebut, Polres Metro Jakarta Pusat segera mengambil langkah cepat dengan membentuk tim penyidikan khusus untuk melakukan penyelidikan secara mendalam dan menyeluruh.

Proses penyelidikan dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab, dengan melibatkan berbagai pihak terkait termasuk Tim Keamanan Pangan dari Direktorat Kriminal Politik (Dokpol) Polda Metro Jaya.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan yang cermat dan uji laboratorium yang standar, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tuduhan yang diberikan terhadap pedagang Suderajat tersebut sepenuhnya tidak benar dan dipastikan sebagai hoaks.

Berdasarkan laporan resmi hasil uji laboratorium, semua produk dagangan yang diperiksa – meliputi es kue, agar-agar, dan cokelat meses – tidak mengandung zat berbahaya apapun, termasuk tidak ditemukan adanya unsur bahan spons atau busa seperti yang dituduhkan sebelumnya. Kandungan bahan dalam setiap produk juga telah memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku di Indonesia.

Selain melakukan uji laboratorium terhadap produk dagangan, tim penyidik dari Divisi Reserse Kriminal Khusus (Krimsus) Polres Metro Jakarta Pusat juga telah menelusuri dan melakukan pemeriksaan langsung terhadap lokasi produksi es kue yang berada di Kota Depok. Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik tidak menemukan adanya penggunaan bahan busa atau spons dalam proses produksi maupun penyimpanan produk. Lokasi produksi juga dinilai memenuhi standar kebersihan dan sterilitas yang diperlukan untuk kegiatan produksi makanan dan minuman yang layak konsumsi.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan penghormatan terhadap hak-hak pedagang yang telah mengalami ketidakadilan akibat tuduhan yang tidak berdasar tersebut, pihak kepolisian melalui Polres Metro Jakarta Pusat telah melakukan tindakan yang tepat dengan memulangkan seluruh barang dagangan yang sebelumnya diamankan untuk keperluan uji sampel. Selain itu, juga telah diberikan ganti rugi yang sesuai dengan nilai seluruh barang dagangan yang sempat tidak dapat dijual oleh pedagang Suderajat selama masa pemeriksaan berlangsung. Pihak keluarga Suderajat juga menyampaikan rasa terima kasih atas kecepatan dan ketelitian yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam menangani kasus ini.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, dalam kesempatan tersebut mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh konten viral yang beredar di media sosial sebelum melalui proses verifikasi kebenaran secara resmi. “Kita sebagai masyarakat harus lebih cermat dan kritis dalam menerima setiap informasi yang datang, terutama yang menyebar melalui media sosial. Jangan sampai kita menjadi bagian dari penyebaran informasi salah yang dapat merugikan pihak lain dan mengganggu ketertiban masyarakat,” ujar AKBP Roby Heri Saputra.

Selain itu, pihak kepolisian juga menyatakan bahwa akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dengan identitas oknum yang melakukan interogasi pungkasnya.

Red / Wawan

https://tiktok.com/@wawansangkuriang34

https://tiktok.com/@wawan.gunawan4150

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *