Arus Balik Lebaran Padat, Jembatan Belokallong Jadi Titik  Kritis Penghubung Lima Wilayah

Berita, Uncategorized192 Dilihat
banner 468x60

Jeneponto, 86News.co – Arus balik Lebaran di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, memicu kemacetan panjang di kawasan Jembatan Belokallong, Senin (23/3/2026).

Kepadatan kendaraan terjadi akibat tingginya volume lalu lintas yang melintasi jalur utama penghubung antarwilayah di bagian selatan.

banner 336x280

Jembatan Belokallong menampung arus kendaraan dari arah Makassar menuju sejumlah kabupaten seperti Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, hingga Kepulauan Selayar.

Lonjakan mobilitas kendaraan selama musim arus balik membuat kapasitas jembatan tidak lagi mampu menampung beban lalu lintas yang terus meningkat.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular dari berbagai arah dengan pergerakan tersendat.

Pada waktu tertentu, laju kendaraan bahkan nyaris berhenti akibat penyempitan akses di badan jembatan yang menjadi satu-satunya jalur penghubung di kawasan tersebut.

Kasat Lantas Polres Jeneponto, AKP Baharuddin, menegaskan pihaknya telah menerjunkan personel untuk mengurai kepadatan di titik rawan. Ia menyebutkan, rekayasa lalu lintas juga diterapkan secara situasional guna menjaga arus kendaraan tetap bergerak.

“Personel kami siagakan di sekitar Jembatan Belokallong untuk melakukan pengaturan arus secara manual. Kami juga mengimbau pengendara agar tetap tertib, menjaga jarak, dan bersabar karena volume kendaraan memang meningkat signifikan saat arus balik Lebaran,” ujar AKP Baharuddin.

Ia menambahkan, pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk meminimalisir dampak kemacetan, terutama pada jam-jam puncak.

“Kami berupaya maksimal agar arus lalu lintas tetap berjalan, meskipun dengan kecepatan terbatas,” tambahnya.

Kemacetan di Jembatan Belokallong menjadi persoalan berulang yang terjadi setiap tahun, khususnya saat arus mudik dan balik Lebaran.

Kondisi ini tidak hanya menghambat perjalanan masyarakat, tetapi juga mengganggu distribusi logistik antarwilayah.

Masyarakat meminta pemerintah pusat dan pemerintah provinsi segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.

Pembangunan jembatan tambahan atau jembatan kembar dinilai menjadi solusi mendesak guna mengurangi beban lalu lintas yang selama ini bertumpu pada satu akses utama.

Sebagai jalur strategis lintas kabupaten, Jembatan Belokallong memegang peran penting dalam mendukung konektivitas wilayah.

Ketergantungan pada satu jalur utama menjadikan kemacetan sebagai kondisi yang sulit dihindari, terutama ketika volume kendaraan meningkat signifikan saat musim libur panjang. (Jahja)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *