Hutan Mangrove di Sorong Memerlukan Penanganan Khusus Sehingga Tidak Mengalami Kerusakan

Berita, Uncategorized1135 Dilihat
banner 468x60

Makassar, 86News.co – Indonesia memiliki ekosistem pesisir yang sangat beragam, termasuk mangrove, terumbu karang, lamun dan estuaria yang dipengaruhi oleh dinamika laut. Ekosistem mangrove menjadi salah satu yang paling khas karena mampu tumbuh di wilayah pasang surut dan memikiki priduktivitas tinggi serta ekologis, ekonomi dan sosial yang sangat penting sehingga Indobesia memiliki 21 sampai 23 Persen dari total mangrove dunia, meski luasannya sedikit menurun dalam beberapa tahun terahir.

Ini diungkapkan Ahmad Fahrizal dalam Disertasinya tentang Potensi pengembangan ekominawisata mangrove berkelanjutan di Kabupaten Sorong ketika mengikuti gelar uji kompetensi untuk meraih gelar Doktor Ilmu Perikanan dan kelautan pada Program Pasca Sarjana PPs Umi di kampus PPs umi makasar Rabu 8 April 2026.

banner 336x280

Gelar Uji kompete si dipimpin Direktur PPs umi makassar Prof Dr.H.La Ode Husen SH.MHum dengan penyanggah Prof Dr.Ir Jayadi MP, Prof Dr.Ir.Rustam MS.,Dr.Ir Abrar.M.Si, Dr.Ir.Hamsiah.MS.i, Prof Dr.Amran Saru ST.,MS.i serta Dr.dr.Armanto Makmun sementara Co Promotor 2 Prof Dr.Ir Muh Ihsan MS.i ,Co Promotor 1 Prof Dr Ir.Abdul Rauf.MSi dan Promotor Prof Dr.Ir.H.Muhammad Kasnir M.Si.

Pada bagian lain Promovenda Ahmad Fahrizal mengungkapkan mangrove sebagai pelindung pantai dan abrasi,habibat berbagai biota, penyedia sumber daya perikanan, serta memiliki potensi untuk pengembangan pendidikan konservasi dan ekowisata.

Di Papua Barat Daya misalnya, Jelas Fahrisal khususnya Sorong, mangrove memiliki luas yang cukup signifikan dan keaneka ragaman jenis yang tinggi, meski juga menghadapi ancaman kerusakan akibat aktivitas manusia seperti pembukaan tambak, penebangan dan pencemaran.

Untuk mengatasi permasalahan ini upaya rehabilitasi dan pengeloaan mangrove telah dilakukan, meski diperlukan strategi yang lebih terintegrasi melalui ekominawisata, yaitu konsep yang.menggabungkan konservasi ekologi, budaya perikanan dan kegiatan pariwisata berbasis edukasi, yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem. (Jahja)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *