Optimalkan Pendapatan Utama, Administratur KPH Banyumas Barat Kawal Ketat Produksi Getah Pinus

Berita, Uncategorized130 Dilihat
banner 468x60

BANYUMAS, 86News.co – Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat terus melakukan langkah strategis dalam menggenjot produksi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), khususnya getah pinus yang menjadi tulang punggung pendapatan perusahaan.

Pengawalan ketat dilakukan di seluruh lini operasional guna memastikan target produksi tercapai dengan kualitas prima.

banner 336x280

Administratur KKPH Banyumas Barat, Eka Cahyadi, S.Hut., bersama jajaran Wakil Administratur KSKPH, turun langsung ke lapangan untuk memantau performa satuan kerja (Satker).

Monitoring dilakukan secara intensif dari pagi hingga malam, mencakup seluruh mata rantai produksi.

Monitoring Komprehensif dari Hulu ke Hilir
Eka Cahyadi menegaskan bahwa efektivitas di lapangan adalah kunci.

Pemantauan ini meliputi:
Pembaruan Square: Memastikan bidang sadapan diperbarui secara periodik untuk menjaga produktivitas pohon.

Proses Peludangan: Pengumpulan getah di tingkat penyadap agar tetap bersih dan sesuai prosedur.
Verifikasi TPG: Pengawasan ketat saat getah masuk ke Tempat Penimbunan Getah (TPG).

Hilirisasi ke PGT: Memastikan distribusi akhir berjalan lancar hingga diterima di Pabrik Gondorukem dan Terpentin (PGT) Cimanggu.

Tiga Pilar Instruksi: Resik, Benar, Cepat
Dalam arahannya, Administratur memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran di wilayah penghasil getah pinus untuk menerapkan tiga prinsip utama:

Getah Resik: Menjaga kebersihan getah dari kotoran (sampah/serasah) guna menjamin kualitas mutu tinggi.

Uji Benar: Melakukan pengujian kualitas getah secara jujur dan akurat sesuai standar perusahaan.

Timbang Langsung Angkut:

Mempercepat proses logistik untuk meminimalisir penyusutan berat dan mencegah ketimpangan data antara Tempat Penimbunan (TP) Bantu dengan pabrik pengolahan.

“Langkah-langkah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya kita menjaga transparansi dan akurasi data produksi agar tidak ada selisih antara lapangan dan pabrik,” ujar Eka Cahyadi.

Kesehatan dan Jiwa Korsa, Di akhir instruksinya, Eka Cahyadi mengingatkan seluruh rimbawan KPH Banyumas Barat untuk tetap mengutamakan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Mengingat medan tugas yang menantang, kondisi fisik personel menjadi prioritas utama.

“Kepada seluruh rimbawan, tetap jaga kesehatan dan perhatikan K3.Mari kita perkuat Jiwa Korsa agar tetap kompak dalam menghadapi tantangan di lapangan. Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras kita bersama,” pungkasnya. (Tugiman)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *