SUMEDANG -86News co. – Dunia maya kembali dihebohkan dengan sorotan tajam masyarakat terkait kualitas makanan yang disajikan untuk Balita (Belita). Kali ini giliran Dapur MBG Cisempur yang terletak di wilayah Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang menjadi pusat perbincangan dan menuai banyak kritikan.Desa Cisempur kac.jatinangor kab sumedang Senin 20/04/2026
Para orang tua dan masyarakat setempat merasa sangat kecewa dan prihatin melihat menu makanan yang diberikan kepada anak-anak usia dini tersebut. Banyak yang mempertanyakan standar gizi dan kelayakan makanan yang selama ini disajikan, mengingat biaya dan anggaran yang dikeluarkan seharusnya sebanding dengan kualitas yang diterima anak-anak.
Berdasarkan informasi dan dokumentasi yang beredar, menu yang disajikan dinilai sangat sederhana bahkan dianggap tidak seimbang gizinya. Menu yang menjadi sorotan utama antara lain:
– Somay: Makanan yang berbasis tepung ini dianggap kurang memiliki protein dan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan optimal balita.
Sayur Tahu & Tauge: Sayuran yang disajikan hanya berupa tahu dan tauge, dinilai terlalu minim variasi dan kurang lengkap gizinya.
Masyarakat berpendapat bahwa dengan standar program MBG (Makan Bergizi Gratis), seharusnya menu yang disajikan jauh lebih bervariasi, mengandung protein hewani yang cukup, sayuran yang lengkap, serta buah-buahan. Namun kenyataan di lapangan, menu yang diterima anak-anak justru dianggap seperti “makanan seadanya” dan jauh dari kata BERGIZI.
Keprihatinan ini sangat dirasakan oleh para Ayah dan Bunda yang memiliki balita di wilayah Cisempur dan sekitarnya. Mereka mempertanyakan, bagaimana mungkin anak-anak yang sedang dalam masa emas pertumbuhan hanya diberi asupan makanan yang sebatas mengenyangkan saja, tanpa memperhatikan kandungan nutrisi yang sebenarnya dibutuhkan tubuh.
“Anak-anak butuh asupan yang baik untuk otak dan tulang, bukan cuma somay, tahu, dan sayur toge saja setiap hari atau setiap kali jadwal makan,” ujar salah satu warga yang merasa kecewa.
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi pengelola Dapur MBG Cisempur. Masyarakat menuntut adanya perbaikan yang signifikan terkait menu makanan.
Perbaiki Kualitas Gizi: Mohon perhatikan komposisi makanan. Jangan hanya mengutamakan kuantitas atau kenyang saja, tapi perhatikan kualitas dan gizinya. Anak balita butuh daging, ikan, telur, atau ayam yang cukup, bukan hanya olahan tepung dan tahu saja.
Variasi Menu: Jangan monoton. Ciptakan menu yang beragam agar anak tidak bosan dan nutrisinya terpenuhi secara bergilir.
Transparansi: Masyarakat berhak tahu bagaimana pengelolaan dan komposisi makanan yang diberikan kepada anak-anak mereka.
Kepada seluruh orang tua yang memiliki balita di wilayah Kecamatan Jatinangor, khususnya area Cisempur, mari kita sama-sama awasi program ini. Jangan biarkan hak anak-anak untuk mendapatkan makanan terbaik terabaikan.
Red / Wawan











