Demo Berjalan Tertib, KOMPI Beri Hadiah Biawak ke Pejabat Indramayu

Berita, Uncategorized561 Dilihat
banner 468x60

INDRAMAYU, 86News.co – Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) menepati janjinya menggelar aksi unjuk rasa. Ribuan masyarakat pesisir utara berkumpul di Alun-alun Pendopo Indramayu pada Kamis, 30 April 2026.

Dalam aksi damai tersebut, KOMPI secara simbolis menyerahkan lima ekor biawak kepada perwakilan Pemerintah Kabupaten Indramayu, yakni Pelaksana Tugas (Plt) Kasat Pol PP, Asep Afandi. Selain itu, KOMPI juga menyerahkan kain putih berisi tanda tangan petisi penolakan Revitalisasi Tambak Pantura.

banner 336x280

Aksi dimulai pukul 09.48 WIB. Massa yang berkumpul di halaman Kuliner Cimanuk bergerak menuju titik utama di depan Kantor Pendopo Indramayu. Pengamanan dilakukan ratusan personel gabungan dari wilayah III Cirebon dan Brimob, sehingga jalannya demonstrasi berlangsung tertib, aman, dan kondusif.

Setibanya di depan kantor bupati, massa membuka kegiatan dengan sholawatan dan istigosah, dilanjutkan orasi secara bergiliran.

“Kami datang secara damai. Tolong temui kami, Pak Bupati. Tujuan kami datang ingin menyampaikan suara masyarakat pesisir Pantura yang menolak Revitalisasi Tambak Pantura,” ujar Koordinator Umum KOMPI, Hatta Bintang.

Darso (48), petambak asal Desa Karanganyar, Kecamatan Pasekan, menceritakan bahwa lahan tambak yang ia garap merupakan warisan turun-temurun dari kakeknya, Darma, lalu diteruskan ke ayahnya, Sukara. Lahan milik Perhutani itu sudah dikelola sejak 70 tahun lalu, tepatnya sejak Indonesia merdeka pada 1945.

“Dulu lahan ini masih rawa dan hutan. Kakek saya bersusah payah mengubahnya menjadi tambak. Sekarang mau diambil pemerintah dengan dalih revitalisasi. Kami jelas menolak demi keberlangsungan hidup keluarga,” kata Darso.

Ia meminta jika lahan itu benar-benar diambil alih, pemerintah harus memberikan kompensasi yang layak atas jerih payah keluarganya. “Idealnya Rp400 juta per hektare. Kalau tidak diberi kompensasi, saya akan pertahankan sampai titik darah penghabisan sebagai bentuk menghargai perjuangan kakek dan ayah saya,” tegasnya.

Darso juga menyayangkan ketidakhadiran Bupati Lucky Hakim yang kembali tidak menemui para pendemo. Padahal, kehadiran para petambak merupakan bentuk pengaduan warga kepada pemimpinnya atas kebijakan PSN Revitalisasi Tambak yang dinilai merugikan dan merampas hak garap petani.

Plt Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu, Asep Afandi, menyatakan seluruh tuntutan KOMPI akan dicatat dan diteruskan kepada Bupati Lucky Hakim. “Semua tuntutan akan kami perjuangkan. Petisi ini akan kami terima dan laporkan ke Bupati untuk ditindaklanjuti,” katanya, sembari menerima secara simbolis hewan biawak dari KOMPI.

Makna Hadiah Biawak

Dalam konteks mitos atau primbon, biawak yang diberikan sebagai “hadiah” sering diartikan sebagai pertanda baik. Banyak yang meyakini kehadiran biawak membawa rezeki atau kelancaran urusan. Selain itu, dalam budaya tertentu, biawak juga disimbolkan sebagai bentuk kewaspadaan dan kekuatan adaptasi.

“Semoga warga petambak pesisir Pantura Indramayu mendapat keberuntungan, dan revitalisasi tambak ikan nila tidak terjadi di Bumi Wiralodra. Biawak untuk pemimpin kita adalah simbol kekuatan, bukan kerakusan,” tegas Hatta.

(Krn)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *