Garut, 86News.co – Keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0611/Garut terlihat dari berbagai kalangan, tak terkecuali kaum ibu. Salah satunya adalah Ibu Ani, warga Kampung Cieurih RT 03 RW 03, Desa Karangmulya, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut.
Di usianya yang masih muda yakni 25 tahun dan berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga, ia menunjukkan kepedulian dan semangat gotong royong yang tinggi dengan ikut serta membantu pekerjaan pembangunan jalan yang berlangsung di Kampung Cidahu, Desa Mekarmulya.
Yang membuat perhatian banyak orang, Ibu Ani tidak datang sendirian. Ia selalu menggendong dan membawa serta putra semata wayangnya yang bernama Ardio, berusia 3 tahun, setiap kali hadir di lokasi pekerjaan.
Dengan ketabahan dan ketulusan hati, ia tetap melakukan tugasnya membantu mengangkut batu dan menyiapkan bahan bangunan, meskipun di saat yang bersamaan ia juga harus mengasuh dan menjaga keselamatan anaknya.
Baginya, keikutsertaan ini merupakan wujud rasa memiliki dan rasa syukur, serta bentuk dukungan nyata agar pembangunan dapat segera selesai dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat sekitar.
“Saya ikut membantu sebisa tenaga yang ada, meskipun harus sambil menggendong anak. Anak saya belum bisa ditinggal di rumah, jadi saya bawa saja ke sini. Saya pikir, apa yang kami bangun ini nantinya juga akan dinikmati oleh anak-anak kita, termasuk Ardio. Jadi tak ada alasan untuk tidak ikut berpartisipasi, sekecil apa pun bantuan yang saya berikan pasti ada manfaatnya,” ungkap Ani dengan nada lembut namun penuh semangat.
Kisah dan ketulusan hati Ibu Ani menyentuh hati seluruh personel TNI dan warga yang turut bekerja. Mereka menilai apa yang dilakukan oleh ibu muda ini menjadi teladan yang baik, membuktikan bahwa semangat kebersamaan dan keinginan untuk memajukan lingkungan tempat tinggal tumbuh dari hati nurani, tanpa memandang keadaan maupun keterbatasan yang dimiliki. Kehadirannya juga menjadi bukti bahwa program TMMD benar-benar mendapat sambutan hangat dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat.
Komandan Rayon Militer selaku penanggung jawab wilayah menyampaikan rasa hormat dan kekagumannya. Menurutnya, semangat yang ditunjukkan Ibu Ani membuktikan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh tenaga dan fasilitas, namun lebih dari itu ditentukan oleh kesadaran dan keinginan bersama.
“Apa yang dilakukan Ibu Ani ini sangat mengagumkan. Di tengah kewajibannya mengurus anak dan rumah tangga, ia masih menyempatkan diri ikut membangun. Hal ini mengajarkan kepada kita semua bahwa selama ada kemauan, pasti ada jalan. Semangatnya menjadi pemacu bagi kami dan seluruh warga untuk bekerja lebih giat lagi,” tegasnya.
Pembangunan jalan yang sedang dikerjakan ini bertujuan untuk memperlancar akses transportasi, memudahkan distribusi hasil bumi, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah. Dengan keterlibatan aktif warga seperti yang ditunjukkan Ibu Ani, diharapkan seluruh rangkaian pekerjaan dapat berjalan lancar, selesai tepat waktu, dan hasilnya dapat memberikan manfaat yang nyata serta berkelanjutan bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Malangbong dan sekitarnya.
Kisah Ibu Ani mengajarkan makna gotong royong yang sesungguhnya, bahwa dengan ketulusan hati dan kebersamaan, segala keterbatasan dapat diatasi dan cita-cita mewujudkan lingkungan yang lebih baik pasti dapat dicapai bersama-sama.
MUKRIN
















