Garut, 86News.co – Semangat mengabdi dan cinta terhadap lingkungan tempat tinggal tampak nyata pada diri Bapak Hudim, warga Kampung Cibeunying RT 06 RW 01, Desa Mekarmulya, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut.
Di usianya yang telah menginjak 78 tahun dan sehari-hari bekerja sebagai petani, ia tidak hanya ikut bekerja langsung, namun juga berperan aktif menggerakkan warga sekitar untuk bahu-membahu dalam pembangunan jalan yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0611/Garut, yang berlangsung di Kampung Cidahu, Desa Mekarmulya.
Selain sebagai warga, Bapak Hudim juga menjabat sebagai Ketua Rukun Tetangga dan sekaligus mewakili Ketua Rukun Warga 01. Tugas dan tanggung jawab yang diembannya ia jalankan dengan penuh kesungguhan.
Ia berkeliling menyampaikan ajakan, menjelaskan manfaat pembangunan, serta mengatur pembagian tugas agar pekerjaan dapat berjalan teratur dan selesai tepat waktu.
Tidak cukup sampai di situ, di sela-sela mengatur jalannya kegiatan, ia pun ikut mengangkat dan menyusun batu, serta melakukan pekerjaan lain yang mampu dikerjakannya, menjadi teladan bagi warga lain yang lebih muda.
“Jalan ini nantinya akan dipakai bersama, untuk memudahkan perjalanan, mengangkut hasil bumi, dan memperlancar berbagai keperluan warga. Kalau tidak dimulai dari kita sendiri, siapa lagi yang akan memulainya? Usia hanyalah angka, selama tenaga masih ada dan tubuh masih mampu, saya rasa itu kewajiban kita untuk ikut berpartisipasi. Saya juga mengajak warga agar sadar, apa yang kita bangun ini kelak akan dinikmati oleh anak cucu kita nanti,” ungkap Bapak Hudim dengan nada penuh semangat saat ditemui di lokasi pekerjaan.
Kehadirannya menjadi pendorong semangat tersendiri bagi seluruh warga maupun personel TNI yang bertugas. Sikap tanggung jawab, kesederhanaan, dan ketulusan yang ditunjukkannya membuat kesadaran gotong royong tumbuh semakin kuat di tengah masyarakat. Warga pun berbondong-bondong datang, membawa peralatan masing-masing dan ikut bekerja dengan hati gembira, karena merasa memiliki dan terlibat langsung dalam pembangunan desanya sendiri.
Komandan Rayon Militer selaku penanggung jawab wilayah menyampaikan apresiasi dan rasa hormat yang setinggi-tingginya. Menurutnya, apa yang dilakukan Bapak Hudim membuktikan bahwa nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial masih melekat erat di hati masyarakat.
“Beliau membuktikan bahwa pengabdian dan keikutsertaan dalam pembangunan tidak mengenal batas usia. Ketua RT dan RW adalah ujung tombak pembangunan di tingkat masyarakat, dan apa yang dicontohkan Bapak Hudim ini sangat luar biasa. Semangatnya menjadi pemacu bagi kami semua, baik TNI maupun warga, untuk bekerja lebih keras demi mewujudkan lingkungan yang lebih baik,” ujarnya.
Pembangunan jalan yang sedang dilaksanakan ini bertujuan untuk memperbaiki akses transportasi yang selama ini masih sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Dengan adanya keterlibatan aktif warga yang dipelopori oleh tokoh masyarakat seperti Bapak Hudim, diharapkan pekerjaan dapat berjalan lancar, hasilnya berkualitas, dan manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat dalam jangka waktu yang panjang.
Kisah Bapak Hudim menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan setiap program pembangunan sangat ditentukan oleh partisipasi dan dukungan masyarakat. Semangat yang dimilikinya menjadi teladan berharga, mengingatkan kembali bahwa dengan bersatu dan bergotong royong, segala tantangan dapat dihadapi dan kemajuan pun pasti dapat dicapai bersama-sama.
MUKRIN
















