Cilacap, 86News.co – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat terus memperkuat sinergi dengan masyarakat sekitar hutan guna mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal.
Hal ini dibuktikan melalui kegiatan diskusi santai tapi bernas bertajuk “Ngobras Bareng” (Ngobrol Bareng) yang digelar oleh jajaran manajemen KPH Banyumas Barat bersama pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wono Rekso, Desa Cilopadang, Kecamatan Majenang.
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Administratur/KKPH Banyumas Barat, Bpk. Herry Merkussiyanto Putro, S.Hut, didampingi Wakil Administratur (Waka Adm) KSKPH, Bpk. Ari Kurniawan, S.Hut. Kehadiran pimpinan KPH ini disambut hangat oleh Ketua beserta jajaran pengurus LMDH Wono Rekso.
Administratur KPH Banyumas Barat, Herry Merkussiyanto Putro, menyampaikan bahwa Perhutani sangat terbuka (welcome) dan mendukung penuh setiap inovasi serta kolaborasi yang bertujuan untuk kemajuan pengelolaan hutan.
“Kami selalu terbuka untuk berdiskusi demi kemajuan dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Program yang direncanakan ini diharapkan dapat menjadi data dukung tambahan bagi peningkatan ekonomi masyarakat sekitar hutan, dengan catatan tetap mengedepankan aspek-aspek kelestarian hutan. Semoga ke depan KPH Banyumas Barat semakin maju,” ujar Herry.
Dua Agenda Strategis Sinergi Perhutani dan Masyarakat
Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, terdapat dua poin utama yang disepakati untuk ditindaklanjuti bersama, antara lain:
Kerjasama Budidaya Tanaman Durian
Perhutani dan LMDH Wono Rekso merencanakan kerjasama pemanfaatan lahan untuk penanaman pohon durian.
Lokasi yang dibidik berada di petak 23q dan 23s yang masuk dalam wilayah kerja Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cimanggu. Komoditas ini dipilih karena memiliki nilai ekonomi tinggi bagi warga sekitar.
Penghijauan Aliran Sungai dan Parit (Pohon Pocong), Selain fokus pada tanaman produktif, pertemuan ini juga menyepakati upaya konservasi lingkungan.
Rencananya akan dilakukan penanaman pohon pocong (pohon pelindung/penahan air) di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) dan parit-parit yang berada di wilayah pangkuan LMDH Wono Rekso guna mencegah erosi dan menjaga kelestarian sumber daya air.
Melalui langkah konkret ini, KPH Banyumas Barat bersama LMDH Wono Rekso berkomitmen untuk membuktikan bahwa hutan tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru lingkungan, tetapi juga mampu menjadi pilar penyokong ekonomi masyarakat desa hutan secara berkelanjutan. (Tugiman)











