Dukung Ketahanan Pangan, KPH Kebonharjo Salurkan Bantuan TJSL Rp. 7,3 Juta Kepada KWT Sri Rejeki

Berita, Uncategorized187 Dilihat
banner 468x60

REMBANG, 86News.co – Sebagai wujud kepedulian sosial dan komitmen nyata terhadap pemberdayaan masyarakat sekitar hutan, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial Langsung (TJSL).

Bantuan berupa dana stimulan senilai Rp7.300.000 tersebut diserahkan langsung kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rejeki di Kantor KPH Kebonharjo.

banner 336x280

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Administratur/KKPH Kebonharjo, Bpk. Eka Cahyadi, S.Hut, kepada perwakilan pengurus KWT Sri Rejeki.

Program ini menyasar kaum perempuan produktif sebagai motor penggerak ekonomi keluarga di sektor pertanian.

Administratur KPH Kebonharjo, Bpk. Eka Cahyadi, S.Hut, menyampaikan bahwa kucuran dana bantuan ini diharapkan dapat memberikan dampak instan dan berkelanjutan bagi produktivitas kelompok.

Dana tersebut diproyeksikan untuk pengembangan kapasitas organisasi serta peremajaan atau pembelian alat-alat pertanian modern.

“Kami berharap stimulan sebesar Rp7,3 juta ini dapat membantu para ibu yang tergabung dalam KWT Sri Rejeki untuk memperlancar kegiatan bertani yang saat ini sedang berjalan. Ini adalah langkah konkret kita bersama untuk memperkuat dan mendorong ketahanan pangan, khususnya di wilayah kerja KPH Kebonharjo,” ujar Eka Cahyadi dalam keterangannya.

Lebih lanjut, pucuk pimpinan KPH Kebonharjo Divisi Regional (Divre) Jawa Tengah tersebut memberikan apresiasi tinggi kepada para anggota KWT.

Ia menyebut mereka sebagai “Srikandi” tangguh yang memiliki peran ganda yang sangat strategis: selain sebagai penggerak ekonomi kerakyatan menuju swasembada pangan, mereka juga mitra utama Perhutani dalam menjaga ekosistem.

Menutup rangkaian acara penyerahan bantuan, Eka Cahyadi menitipkan pesan penting terkait kelestarian alam dan lingkungan.

Ia mengajak seluruh anggota KWT Sri Rejeki untuk bersinergi aktif dengan petugas lapangan dalam memelihara kondusifitas kawasan hutan.

“Sambil menggerakkan ekonomi lewat pertanian, kami titipkan kelestarian hutan Kebonharjo kepada Ibu-Ibu sekalian. Mari bersama-sama kita jaga keamanan dan kondusifitas dari ancaman Gangguan Keamanan Hutan (Gukamhut). Hutan yang lestari akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat di sekitarnya,” pungkasnya.

Dengan adanya sinergi melalui program TJSL ini, diharapkan hubungan kemitraan antara KPH Kebonharjo dan masyarakat desa hutan (MDH) semakin solid, sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi berbasis pemanfaatan lahan secara bijak dan bertanggung jawab. (Tugiman)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *