PANGANDARAN, 86News.co – Peta politik di Kabupaten Pangandaran kembali dinamis pasca-keputusan mengejutkan dari politisi senior, Ino Darsono, yang resmi berlabuh ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Langkah politik ini menuai perhatian, salah satunya dari Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Pangandaran yang menyebut perpindahan tersebut berada di luar perkiraan banyak pihak.
“Menanggapi masuknya Pak Ino ke PSI, jujur ini di luar perkiraan saya. Agak kaget juga mendengar kabar tersebut,” ujar ujang Endin Ketua DPC Gerindra Pangandaran saat memberikan keterangan kepada media.
Analisis Strategi: Mencari Ruang Baru di Pileg dan Pilkada
Menurut Ketua Gerindra, secara logika peta politik lokal, Ino Darsono diprediksi akan merapat ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) atau Partai Amanat Nasional (PAN).
Hal ini mengingat kedua partai tersebut merupakan koalisi utama yang mengusung Ino pada kontestasi Pilkada sebelumnya.
Namun, pilihan yang jatuh ke PSI dinilai sebagai sebuah langkah taktis untuk membuka peluang baru yang lebih menjanjikan.
“Pertanyaannya, kenapa malah masuk PSI? Analisis saya, ini adalah langkah untuk membuka ruang atau peluang baru di Pemilu Legislatif maupun Pilkada mendatang. Mungkin beliau mengalkulasi bahwa peluang maju dari PAN atau PDIP sudah cukup berat atau kurang menjanjikan, sehingga memutuskan mencari bidikan baru, dan jatuhnya ke PSI,” paparnya.
Jaga Etika Politik, Gerindra Enggan Beri Penilaian
Ketika disinggung mengenai etis atau tidaknya langkah melompat partai tersebut, Ketua Gerindra Pangandaran memilih respons bijak.
Ia menegaskan bahwa dirinya sangat menghormati hak politik setiap individu maupun kedaulatan partai lain.
“Terkait pertanyaan apakah ini logis atau tidak, etis atau tidak etis, saya tidak bisa memberikan penilaian. Sebagai Ketua Partai Gerindra, saya harus membatasi diri untuk tidak mencampuri urusan rumah tangga partai lain atau menilai sikap politis personal seseorang,” tegasnya.
Kendati demikian, ia memandang dinamika ini sebagai hal yang lumrah dalam politik menjelang pesta demokrasi.
“Yang jelas, menurut saya masuknya Pak Ino ke PSI adalah bagian dari kalkulasi dan rencana politis matang beliau untuk menatap masa depan,” pungkasnya. (Red)

















