Viral Video Penganiayaan Remaja oleh Oknum TNI AL di Situbondo, Vio Sari Desak Tindakan Tegas

Berita, Uncategorized180 Dilihat
banner 468x60

SITUBONDO, 86News.co – Sebuah video berdurasi 2 menit 30 detik yang memperlihatkan aksi penganiayaan dilakukan anggota TNI Angkatan Laut menjadi sorotan publik dan viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas Prada MR (21) melakukan kekerasan terhadap seorang remaja berinisial DM (19) di salah satu rumah di wilayah Situbondo, Jawa Timur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula karena pelaku menuduh korban telah mengganggu pacarnya. Tanpa proses hukum dan pembuktian yang benar, oknum prajurit tersebut langsung bertindak sewenang-wenang dan melakukan kekerasan fisik.

banner 336x280

Dalam video yang beredar, terlihat korban dipukul menggunakan selang dan ditendang berkali-kali oleh pelaku. Meskipun remaja tersebut sudah berkali-kali meminta ampun, aksi kekerasan tidak berhenti dan justru semakin dilakukan dengan kasar. Peristiwa yang terjadi di dalam rumah itu terekam jelas dan memicu kemarahan masyarakat luas.

Merespon kejadian yang memprihatinkan tersebut, Vio Sari sebagai pengamat sekaligus pemerhati sosial mengecam keras tindakan yang dilakukan oknum aparat. Ia menilai tindakan tersebut sangat melanggar hukum, mencoreng nama baik institusi, serta merendahkan martabat manusia.

“Tindakan yang dilakukan sangat tidak manusiawi dan tidak pantas dilakukan oleh seorang aparat negara. Apapun alasannya tindakan main hakim sendiri tidak bisa dibenarkan. Apalagi korban masih remaja dan sudah meminta maaf tapi tetap dipukuli, ini sangat kejam,” tegas Vio Sari, yang merupakan tokoh pers Jawa Tengah. Selasa (2/6/2026).

Ia pun mendesak pihak pimpinan TNI Angkatan Laut maupun aparat penegak hukum untuk segera menindak tegas pelaku sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini penting dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban serta untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi.

“Kami minta tindakan tegas tanpa pandang bulu. Jangan sampai kasus ini dibiarkan atau hanya diselesaikan secara internal saja. Pelaku harus bertanggung jawab baik secara militer maupun pidana agar tidak ada lagi oknum yang berani berbuat serupa di kemudian hari,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, kasus yang membuat resah publik tersebut masih dalam proses penanganan dan penyelidikan oleh pihak berwenang.

(Wahyu)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *