SPPG Sahabat Eria Sejati Fadorositeluhili Bantah Tudingan Sumber Pencemaran PDAM, Minta Bukti dan Turun Lapangan

Berita, Uncategorized331 Dilihat
banner 468x60

Nias Utara, 86News.co – Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG Fadorositeluhili Yayasan Sahabat Eria Sejati atas nama Osricahyani Harefa menyatakan merasa dirugikan akibat sejumlah postingan oknum di Facebook. Postingan itu menuding SPPG menjadi sumber pencemaran air PDAM Tirtanadi Lahewa, padahal menurut pengelola narasi tersebut tidak sesuai fakta.

“Beberapa hari ini muncul postingan Facebook yang menuduh SPPG kami tidak sesuai prosedur. Kami dirugikan karena informasi itu tidak dikonfirmasi dulu ke pengelola,” ujar perwakilan SPPG Fadorositeluhili, Rabu (10/6/2026).

banner 336x280

Klarifikasi & Standar Operasional

Pengelola menjelaskan di lokasi yang sama ada dua dapur SPPG berdampingan:
1) Yayasan Sahabat Eria Sejati alamat Desa Fadorositeluhili, Kec. Lahewa,
2) Yayasan Cahaya Semesta Bersama alamat Kelurahan Pasar Lahewa.

Mitra SPPG Fadorositeluhili meminta pembuktian atas tuduhan SPPG sebagai sumber pencemaran air PDAM Tirtanadi Lahewa. “Kami minta pemerintah dan Tim Satgas segera turun lapangan membuktikan tuduhan di media sosial itu,” tegasnya.

Menurut pengelola, pengelolaan Makan Bergizi Gratis MBG sudah sesuai standar alur IPAL berdasarkan Permen LHK Nomor 11 Tahun 2025 dan SOP Badan Gizi Nasional. Setiap SPPG wajib membuat Instalasi Pengolahan Air Limbah IPAL. Hal ini sudah diikuti dan beberapa kali dimonitoring Satgas MBG Nias Utara bersama dinas terkait, hasilnya dinyatakan sesuai alur.

Pengelola juga membenarkan SPPG Lahewa pernah ditutup sementara oleh BGN. Namun setelah perbaikan IPAL dan survei berulang, DLH Nias Utara menyatakan Yayasan Sahabat Eria Sejati di Desa Fadorositeluhili sudah sesuai SOP. Pengelola mengaku tidak mengetahui status surat DLH untuk Yayasan Cahaya Semesta Bersama.

Pernyataan Pemilik Lahan

A’aro’o Zalukhu selaku pemilik lahan menyatakan lokasi tersebut sudah ditempati puluhan tahun dan tidak pernah tahu ada sumber air ke PDAM Tirtanadi. “Saya tidak pernah buat drainase atau pipa pembuangan ke PDAM. Jarak SPPG ke PDAM kurang lebih 500 meter,” ujarnya. Ia memohon pihak terkait meminta keterangan dan pembuktian langsung dari pihak yang menuduh dapur MBG sebagai sumber kontaminasi.

Tanggapan DPRD

Ketua DPRD Nias Utara Ya’aman Telaumbanua saat dimintai tanggapan via WhatsApp menyampaikan harapannya agar Pemda Nias Utara dan pihak terkait segera membuktikan semua persoalan ini.

“Kita berharap pemerintah daerah dan pihak terkait membuktikan agar tidak terjadi perbedaan pendapat dan asumsi masyarakat terkait pencemaran PDAM Tirtanadi Lahewa selama ini,” katanya.

Saya bersama Komisi 2, bulan lalu sdh turun monitoring di lokasi sumber air PDAM Tirtanadi Kel. Lahewa. Sumber airnya merupakan rembesan/serapan air permukaan tanah melalui sela-sela bebatuan. Penampungan air nya dibawah, dikelilingi oleh bukit bebatuan. Menurut pengamatan kami potensi pencemaran air di PDAM unit Lahewa tsb dapat saja terjadi setiap saat karena penampungannya terbuka dan tanpa ada proses filter.

Dengan perkembangan pemukiman penduduk di Kelurahan Lahewa, tidak bisa dipungkiri potensi-potensi pencemaran pada kolam penampungan air PDAM tsb dari berbagai arah sumber air.

Oleh karena itu, kami telah sampaikan saran kpd pemerintah daerah sebagai pemilik aset PDAM unit Lahewa utk memasang/membuat fasilitas filter air bersih di lokasi kolam penampungan air tsb sebelum di salurkan ke rumah-rumah warga.

Kedua, perlu kiranya ditelusuri dari mana saja aliran sumber air di yg tertampung di kolam unit PDAM Kel Lahewa tsb sehingga dapat diawasi kebersihan dan terhindar pencemaran sepanjang aliran sumber air tsb…..

Semoga warga masyarakat kami di Kel. Lahewa dpt bersabar sambil pemerintah daerah dan PDAM Tirtanadi mencari solusi terbaik..

Kami monitoring bahwa kedau SPPG di Kelurahan Lahewa tsb telah membuat instalasi IPAL dan juga jaraknya dgn kolam penampung air PDAM unit Lahewa cukup jauh krg/lbh 500 meter.

Sepertinya harus ditelusuri dgn baik dari mana sebenarnya sumber pencemaran nya, karena menurut pemantauan kami baik sebelum maupun sesudah dibangun IPAL pada kedua SPPG tsb tetap terjadi pencemaran. Kemungkinan ada sumber lain penyebab pencemaran tsb…

Hingga berita ini diturunkan, oknum pembuat postingan Facebook belum berhasil dikonfirmasi. Pengelola SPPG Sahabat Eria Sejati menyatakan terbuka untuk audit, tabayun, dan kerja sama dengan Pemda, Satgas MBG, serta DLH demi kelancaran program MBG dan kepercayaan publik.

Reporter: Fzal

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *