SDN 3 Sukanegla – Garut Manfaatkan Bata Plastik Daur Ulang untuk Wujudkan Lingkungan Belajar Berkelanjutan

Berita, Pemerintahan60 Dilihat
banner 468x60

GARUT, 86News.co – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri prosesi Peletakan Bata Plastik Daur Ulang Pertama pada bangunan baru SDN 3 Sukanegla yang berlokasi di Kelurahan Sukanegla, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (11/6/2026). Inovasi ini menjadi langkah penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan yang ramah lingkungan di Kabupaten Garut.

Pembangunan fasilitas baru di SDN 3 Sukanegla ini mendapatkan dukungan dari Yayasan Bakti Barito. Bantuan yang diberikan berupa pembangunan dua Ruang Kelas Baru (RKB) serta fasilitas toilet yang memanfaatkan material ramah lingkungan.

banner 336x280

Bupati Garut mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya atas kolaborasi tersebut. Menurutnya, konsep pembangunan berbasis ekonomi sirkular ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Garut dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

“Menurut saya, ini adalah sesuatu yang sesuai dengan apa yang kita inginkan terkait dengan pembangunan di bidang pendidikan,” ujar Abdusy Syakur Amin.

Ia menegaskan bahwa dinding-dinding RKB tersebut dibangun menggunakan material berbahan dasar sampah plastik yang telah didaur ulang dan dikelola secara modern oleh Yayasan Bakti Barito. Bupati berharap terobosan ini tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah.

“Saya berharap adanya terobosan yang digagas oleh Bakti Barito memiliki dampak signifikan di bidang pendidikan, sekaligus menjadi contoh nyata bagi masyarakat Garut tentang pentingnya pengelolahan sampah serta kesehatan. Saya juga berharap kerja sama seperti ini bukan hanya ditempat ini saja, melainkan bisa ke tempat-tempat yang lain,” tambah Bupati.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Yayasan Bakti Barito, Fifi Pangestu, menerangkan bahwa peletakan bata pertama tersebut membawa misi lingkungan yang kuat. Menurutnya, proyek ini membuktikan bahwa material yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi fasilitas yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa gedung baru SDN 3 Sukanegla memanfaatkan material hasil daur ulang sampah plastik residu. Jenis sampah ini umumnya menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) karena sulit atau tidak dapat didaur ulang melalui metode konvensional.

Hampir seluruh komponen utama bangunan sekolah ini memanfaatkan material hasil daur ulang tersebut, seperti panel dinding sebagai pengganti bata konvensional, plafon bangunan, dan sistem perpipaan air terpadu.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sampah residu kini dapat menjadi bagian dari solusi. Langkah ini tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menghadirkan infrastruktur serta fasilitas pendidikan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” pungkas Fifi Pangestu.

MUKRIN

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *