Sumedang -86News co.- Masalah pengelolaan limbah kembali menjadi sorotan tajam warga di sekitar lokasi Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) nomor 5 dan 6 yang beroperasi di wilayah Waru Nenggang, desa Cimanggung kac.Cimanggung Kabupaten Sumedang.Kamis 18/06/2026
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua dapur tersebut ternyata telah beroperasi dalam jangka waktu yang cukup lama, namun baru saja membangun saluran pembuangan limbah. Ironisnya, saluran yang baru selesai dibuat tersebut tidak disambungkan ke tempat pengolahan yang memenuhi standar lingkungan, melainkan langsung dialirkan ke badan jalan dan saluran air di pinggir jalan raya.
Akibatnya, limbah cair yang dihasilkan dari proses pencucian peralatan, sisa masakan, dan air bekas pengolahan makanan di kedua dapur tersebut kini mengalir bebas membasahi permukaan jalan, menggenang di parit pinggir jalan, dan tidak tertampung dengan baik. Kondisi ini menimbulkan dampak yang sangat mengganggu kenyamanan, kebersihan, dan kesehatan masyarakat sekitar.
Limbah yang mengandung sisa makanan, minyak, lemak, dan bumbu masakan tersebut dengan cepat membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap yang sangat menyengat, terutama saat cuaca sedang panas. Bau yang menyebar luas ini dengan mudah masuk ke pemukiman warga, membuat suasana lingkungan menjadi tidak sehat dan mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari istirahat hingga beraktivitas di rumah.
Sejumlah warga setempat menyampaikan kekecewaan dan keprihatinan mendalam. Mereka menilai bahwa program MBG yang sejatinya bertujuan memberikan manfaat besar bagi gizi anak-anak dan kesejahteraan masyarakat, justru menimbulkan masalah lingkungan yang serius akibat kelalaian dalam pengelolaan limbah. “Dapur nomor 5 dan 6 ini sudah lama berjalan, tapi baru sekarang membuat saluran pembuangan.
Sayangnya, salurannya malah dibuang begitu saja ke jalan dan seluran pinggir jalan. Setiap hari limbahnya mengalir di situ, baunya sangat busuk dan menyengat, apalagi kalau siang hari terik matahari. Kami jadi tidak betah berada di rumah, jalanan pun menjadi becek, licin, dan kotor padahal itu jalan umum yang sering dilalui kendaraan dan pejalan kaki,” ungkap salah satu warga yang merasa terganggu.
Selain mengganggu kenyamanan dan kebersihan, pembuangan limbah secara langsung ke jalan dan saluran air pinggir jalan juga dinilai jelas melanggar peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan lingkungan hidup, pengelolaan sampah dan limbah, serta ketertiban umum. Limbah yang tidak diolah terlebih dahulu dikhawatirkan akan mencemari kualitas tanah dan sumber air tanah di sekitarnya, serta menjadi tempat berkembang biaknya lalat, nyamuk, tikus, dan serangga pembawa penyakit yang dapat menimbulkan wabah di lingkungan pemukiman.
Selain itu, aliran limbah yang terus-menerus juga berisiko merusak struktur permukaan jalan dan menyumbat saluran air, yang pada akhirnya dapat memicu genangan air saat musim hujan tiba.
Warga juga mempertanyakan alasan mengapa pengelola kedua dapur tersebut baru membangun saluran pembuangan setelah beroperasi dalam waktu yang cukup lama, serta mengapa pembangunannya tidak mengacu pada standar teknis yang berlaku. Seharusnya, sistem pembuangan limbah telah disiapkan sejak awal operasional dan disambungkan ke instalasi pengolahan air limbah yang layak, bukan langsung dibuang ke fasilitas umum yang menjadi hak bersama.
Masyarakat sekitar meminta perhatian serius dan tindak lanjut cepat dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, serta instansi pembina program MBG. Mereka mendesak agar sistem pembuangan limbah di Dapur MBG nomor 5 dan 6 segera diperbaiki total, dialihkan dari jalan dan saluran umum, serta disalurkan ke tempat pengolahan yang sesuai standar kesehatan dan lingkungan.
Diharapkan permasalahan ini segera diselesaikan dengan solusi yang tepat dan berkelanjutan, agar program yang bertujuan mulia ini dapat berjalan dengan baik tanpa merugikan, mengganggu, atau merusak lingkungan tempat tinggal warga.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengelola dapur maupun instansi terkait atas keluhan dan keresahan yang disampaikan oleh warga Waru Nenggang. Masyarakat berharap agar persoalan ini tidak berlarut-larut dan segera mendapatkan perhatian serta solusi yang memuaskan demi kenyamanan dan kesehatan bersama.
Penulis : Wawan
#KeluhanWarga #PengelolaanLimbah #DapurMBG #MBG5 #MBG6 #WaruNenggang #Sumedang #LingkunganHidup #KesehatanMasyarakat #PencemaranLingkungan #KetertibanUmum
















