Ritual Ngertakeun Bumi Lamba 2026: Silaturahmi Lintas Adat dan Sinergi Kemanusian

Berita, Uncategorized1176 Dilihat
banner 468x60

Bandung, 86News.co – Wilayah Jayagiri yang berada di kaki Gunung Tangkuban Parahu kembali menjadi pusat spiritualitas Nusantara. Pada hari Minggu, 21 Juni 2026, upacara adat Ngertakeun Bumi Lamba berhasil diselenggarakan dengan penuh kekhidmatan.

Memasuki pelaksanaannya yang ke-18 secara berkesinambungan, ritual agung ini menjadi momen pertemuan lintas suku, ras, agama, dan budaya untuk memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia alam semesta.

banner 336x280

Tahun ini, upacara mengusung tema “Manik Maya” yang bermakna Penyelarasan Hukum Langit dan Kasih Ibu Bumi, sesuai dengan tuntunan naskah kuno Sanghyang Siksa Kanda Ng Karesian. Berdasarkan data panitia, kegiatan ini dihadiri sekitar 3.000 orang, meliputi perwakilan masyarakat adat Nusantara, pemuka spiritual, relawan, hingga pengunjung umum.

Acara semakin istimewa dengan kehadiran tokoh-tokoh spiritual serta pupuhu atau pemimpin adat dari berbagai penjuru Indonesia. Dari Jawa Barat tampak hadir Luqy Hendrawan atau akrab disapa Bah Uci dan Budi Setiawan yang dikenal sebagai Budi Dalton, yang terus berkomitmen menjaga kelestarian budaya Sunda.

Tak kalah mencuri perhatian, Panglima Jilah selaku pemimpin Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) dari Kalimantan juga hadir secara langsung. Mengenakan atribut adat khas Dayak lengkap dengan rajah tradisional yang sarat makna, kehadirannya memperkuat ikatan persaudaraan antar-masyarakat adat lintas pulau di Nusantara.

Di balik suasana sakral dan khidmat, keamanan serta keselamatan ribuan peserta menjadi perhatian utama panitia. Oleh karena itu, panitia penyelenggara secara resmi mengundang organisasi kemanusiaan Lendeng Fast Rescue untuk bekerja sama dalam aspek keselamatan dan penanganan darurat.

“Kami mengundang jajaran Lendeng Fast Rescue untuk hadir, berpartisipasi aktif, sekaligus menjalin kemitraan taktis kemanusiaan guna mengawal aspek keselamatan, mitigasi darurat, dan penanganan medis lapangan,” tulis Ketua Pelaksana Rakean Radite Wiranatakusumah dalam surat undangan resminya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Lendeng Fast Rescue menurunkan personel terbaiknya beserta armada ambulans taktis Daihatsu Gran Max bernomor polisi D 8274 LD yang bersiaga penuh di kawasan perbukitan Jayagiri. Mengenakan seragam khas berwarna hitam dan oranye, para relawan tampak membaur dengan para peserta dan tokoh adat. Sinergi ini membuktikan bahwa pelestarian tradisi leluhur dapat berjalan seiring dengan kesiapsiagaan kemanusiaan modern demi menjaga keharmonisan bersama.

Berkat pengawalan ketat tim penyelamat serta restu para sesepuh, rangkaian acara Ngertakeun Bumi Lamba 2026 berlangsung aman, tertib, dan kembali mengukuhkan semangat persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. (KBJ)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *