REMBANG, 86News.co – Jajaran Perum Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sale, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo, menegaskan komitmennya dalam mengawal keberhasilan tanaman hutan sekaligus mempererat hubungan sosial dengan warga sekitar.
Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pertumbuhan tanaman Jati Plus Perhutani (JPP) yang dirangkaikan dengan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama Masyarakat Desa Hutan (MDH) di petak 122 c
Kegiatan lapangan ini dilaksanakan atas instruksi langsung dari Administratur KKPH Kebonharjo, Bpk Eka Cahyadi, S.Hut., guna memastikan seluruh jajaran mengawal ketat fase awal pertumbuhan tanaman yang diproyeksikan menjadi pilar produksi masa depan Perhutani.
Fokus pemantauan diarahkan pada area tanaman Jati JPP sistem agroforestry (tumpang sari) tahun tanam 2025.
Melalui metode ini, Perhutani memberikan ruang bagi para pesanggem (petani hutan) untuk menanam tanaman semusim seperti jagung.
Sistem ini terbukti efektif dalam mendukung ketahanan pangan lokal serta mendongkrak perekonomian keluarga masyarakat sekitar hutan.
Pihak Perhutani BKPH Sale menyampaikan bahwa monitoring berkala di petak 122 c ini sangat krusial untuk memastikan perkembangan fisik tegakan jati dapat tumbuh optimal dan memenuhi standar kelestarian yang telah ditetapkan.
Di sela-sela pemantauan fisik tanaman, dialog interaktif melalui Komsos berlangsung hangat dan humanis.
Petugas lapangan Perhutani memberikan edukasi sekaligus apresiasi yang tinggi kepada warga (MDH) atas peran aktif mereka dalam merawat kebersihan di sekitar tanaman pokok jati sembari menggarap lahan tumpang sari mereka.
Selain itu, warga juga diajak untuk bersama-sama menjaga keamanan hutan dari potensi berbagai gangguan.
Melalui sinergitas yang harmonis dan komunikasi yang terus terjalin baik ini, Perhutani KPH Kebonharjo optimistis dapat mewujudkan visi ganda, yaitu hutan yang tetap lestari dan masyarakat desa hutan yang semakin sejahtera. (Tugiman)











