Jeneponto, 86News.co – Satu demi satu batang besi mulai tersusun rapat di atas bentang Jembatan Beton Sungai Mataparallu.
Pemandangan itu menjadi penanda bahwa pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Samataring dengan Kelurahan Tolo Timur, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, kini memasuki tahapan pembesian sebelum pengecoran. Selasa (30/6/2026), semangat kolaborasi kembali mewarnai pekerjaan di wilayah teritorial Kodim 1425/Jeneponto.
Tahap pembesian merupakan proses yang menentukan kekuatan lantai jembatan. Dengan penuh ketelitian, personel TNI bersama Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jeneponto dan masyarakat menyusun setiap tulangan baja agar mampu menjadi fondasi kokoh bagi konstruksi yang akan menopang aktivitas masyarakat dalam jangka panjang.
Jembatan dengan panjang 13 meter, lebar 5 meter, dan tinggi sekitar 4 meter dari permukaan sungai ini dibangun sebagai bagian dari program unggulan TNI AD. Kehadirannya diharapkan menjadi solusi atas kebutuhan akses yang lebih aman, cepat, dan layak bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada jalur penghubung tersebut.
Dandim 1425/Jeneponto Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa mengatakan bahwa setiap tahapan pembangunan memiliki arti penting, namun pembesian merupakan fase yang menentukan umur dan ketahanan sebuah jembatan.
Karena itu, pekerjaan tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga mengutamakan kualitas konstruksi.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang dikerjakan Kodim 1425/Jeneponto bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik, melainkan menciptakan sarana yang mampu memberi rasa aman dan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang. Kualitas pekerjaan menjadi tanggung jawab yang tidak bisa ditawar.
Ia juga menilai sinergi antara TNI, Dinas Pekerjaan Umum, dan masyarakat menjadi energi utama yang membuat pembangunan terus bergerak sesuai rencana.
Kebersamaan tersebut membuktikan bahwa pembangunan akan lebih cepat terwujud ketika seluruh elemen memiliki tujuan yang sama.
Lebih lanjut, Dandim menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Beton Sungai Mataparallu merupakan bagian dari upaya TNI AD mendukung pemerataan pembangunan di wilayah.
Infrastruktur yang baik diyakini akan membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk berkembang, baik di sektor ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan publik.
“Kami ingin masyarakat kelak tidak hanya melihat jembatan ini sebagai bangunan yang menghubungkan dua wilayah, tetapi sebagai simbol lahirnya harapan baru. Ketika akses terbuka, kesempatan akan ikut datang. Itulah makna pengabdian yang ingin terus diwujudkan Kodim 1425/Jeneponto melalui setiap pembangunan yang kami laksanakan,” tutup Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa. (Jahja)

















