Water Meter Balai Wartawan Indramayu Hilang, Aktivitas Wartawan Terganggu

Berita, Uncategorized103 Dilihat
banner 468x60

INDRAMAYU, 86News.co – Fasilitas air bersih di Balai Wartawan Kabupaten Indramayu mengalami gangguan setelah perangkat water meter yang terpasang di lokasi tersebut dilaporkan hilang. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan di kalangan wartawan, karena berdampak langsung pada aktivitas harian, termasuk untuk beribadah.

Kehilangan perangkat itu pertama kali diketahui para wartawan saat hendak menunaikan salat Zuhur, Kamis (2/7/2026). Aliran air di tempat wudhu yang biasanya normal, tiba-tiba mati.

banner 336x280

“Saat hendak wudu, air tidak mengalir. Kami terpaksa memanfaatkan sisa air yang ada di bak mandi,” ujar Duliman, salah satu wartawan yang beraktivitas di Balai Wartawan.

Hal senada disampaikan Abdul Gani. Ia menyebut hingga Senin lalu aliran air masih berfungsi normal. “Air di sini biasa digunakan untuk wudu dan kebutuhan operasional sehari-hari. Kami terkejut saat diperiksa, perangkat water meter yang sudah terpasang puluhan tahun itu sudah tidak ada di tempatnya,” ungkapnya.

*Dipicu Kebijakan Penagihan Perumdam*

Para wartawan menduga hilangnya water meter berkaitan dengan dinamika hubungan antara komunitas pers dengan Perumdam Tirta Darma Ayu Indramayu. Mereka menilai adanya kebijakan penagihan air bersih yang baru tidak sejalan dengan tradisi sinergitas yang telah terjalin sejak 1987.

Ketua PWI Indramayu Dedy S. Musashi, bersama Ketua PWRI Kabupaten Indramayu Sonny, menyatakan bahwa sejak era Bupati H. Jahari hingga masa kepemimpinan Bupati Nina Agustina, penggunaan air di Balai Wartawan merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah melalui PDAM.

“Kami sudah menjelaskan historis dan makna sinergitas ini kepada pihak Perumdam. Namun kebijakan penagihan tetap dilakukan. Kami menyayangkan sikap manajemen Perumdam yang terkesan menutup ruang komunikasi,” kata Dedy.

Sonny menambahkan, para wartawan berharap Direktur Utama Perumdam Tirta Darma Ayu, Nurpan, dapat membuka ruang dialog. “Sejak kepemimpinan direksi sebelumnya, selalu ada pemahaman yang baik mengenai sinergitas dengan media. Kami berharap ada dialog yang lebih persuasif daripada tindakan sepihak seperti pencabutan water meter ini,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, wartawan sebelumnya telah meminta klarifikasi kepada Humas Perumdam, Sutoni. Saat itu Sutoni menyatakan pihaknya menjalankan tugas sesuai instruksi pimpinan.

Hingga berita ini diturunkan, Direktur Utama Perumdam Tirta Darma Ayu, Nurpan, belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden pencabutan water meter maupun keluhan kebijakan penagihan di Balai Wartawan.

Para wartawan berharap persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan, agar pelayanan publik tetap terjaga dengan baik.

(Krn)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *